Rp757,8 Triliun untuk Pendidikan, Era Baru Revitalisasi Sekolah di Bawah Prabowo

Ilustrasi Lipsus Disway terkait revitalisasi sekolah.-ist-
PALANGKA RAYA, DISWAY.ID-- Pendidikan kembali jadi sorotan besar di awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menyiapkan anggaran fantastis Rp757,8 triliun untuk sektor pendidikan pada APBN 2026.
Angka jumbo ini bukan sekadar nominal di atas kertas, tapi akan jadi bahan bakar utama program revitalisasi dan renovasi sekolah yang digadang sebagai proyek strategis era Prabowo.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membenahi kualitas sarana-prasarana pendidikan, dari gedung sekolah yang rapuh hingga fasilitas penunjang belajar yang tertinggal zaman.
BACA JUGA:Saldo DANA Gratis Rp600 Ribu! Cek Aplikasi Penghasil Uang Legal 2025 yang Lagi Viral Malam Ini
BACA JUGA:613 Posbankum Sudah Berdiri di Kalteng, Palangka Raya dan Kobar Tembus 100 Persen!
“Bukan hanya memperbaiki tembok yang retak, tapi membangun fondasi pendidikan masa depan Indonesia,” begitu salah satu narasi yang disajikan dalam Liputan Khusus (Lipsus) Disway edisi 29 Agustus 2025.
Kenapa Penting?
-
Lebih dari 100 ribu sekolah di Indonesia masih menghadapi masalah infrastruktur: bocor, tidak layak, hingga minim akses digital.
-
Pemerataan mutu pendidikan masih jadi PR, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
-
Bonus demografi 2045 butuh SDM tangguh, tapi itu tak mungkin tercapai tanpa sekolah yang kuat dan nyaman.
Apa yang Akan Diulas di Lipsus Ini?
Lewat liputan khusus ini, Disway mengurai lebih jauh:
-
Seberapa besar realisasi Rp757,8 triliun itu akan menyentuh sekolah-sekolah pelosok?
-
Bagaimana strategi revitalisasi agar tak sekadar proyek fisik, tapi benar-benar meningkatkan kualitas belajar-mengajar?
-
Seperti apa cerita guru, siswa, dan orang tua menghadapi transformasi pendidikan di era Prabowo?
-
Akankah proyek besar ini jadi tonggak baru sejarah pendidikan, atau justru berisiko terjebak dalam proyek mercusuar?
Sumber: