7 Pemain Timnas Indonesia Angkat Suara Usai Driver Ojol Affan Kurniawan Tewas Ditabrak Rantis Brimob

Timnas Indonesia--
DISWAYKALTENG.ID - Indonesia kembali diselimuti duka mendalam setelah peristiwa tragis menimpa Affan Kurniawan (21), seorang driver ojek online yang tewas setelah tertabrak dan terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Awalnya, Affan hanya menjalankan tugasnya sebagai pengemudi ojol, mengantarkan pesanan pelanggan.
Namun nahas, perjalanan tersebut berakhir tragis ketika dirinya terjebak di tengah kemacetan akibat aksi demonstrasi buruh di depan Gedung DPR RI, Senayan.
Kendaraan taktis Brimob yang melaju dari arah berlawanan untuk membubarkan massa justru menabrak Affan yang tak sempat menghindar. Meski sempat dibawa ke RSCM, nyawa Affan tidak tertolong.
Momen memilukan ini terekam kamera warga dan langsung viral di media sosial dengan tagar #RIPDemokrasi dan #RIPIndonesiaDemocracy, yang menjadi trending di berbagai platform.
Demo Buruh Berujung Duka
Aksi yang digelar Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) bersama Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh ini sebenarnya mengusung tajuk Gerakan Buruh Indonesia Bergerak, Wujudkan Kedaulatan Rakyat, Hapus Penindasan dan Penghisapan.
Namun, ricuh di sekitar lokasi membuat korban jiwa jatuh. Affan menjadi simbol tragis bahwa warga biasa yang bukan peserta aksi pun bisa terkena imbas represifitas aparat.
7 Pemain Timnas Indonesia yang Berani Bersuara
Tragedi yang menimpa Affan tidak hanya mengetuk hati masyarakat luas, tetapi juga membuat para pemain Timnas Indonesia ikut bersuara lantang. Tercatat ada tujuh pemain Garuda, baik yang berkarier di Liga 1 maupun di Eropa, menunjukkan solidaritas dan keprihatinan mereka.
BACA JUGA:Mauro Zijlstra Resmi Jadi WNI, Timnas Indonesia Dapat Tambahan Amunisi Baru di Lini Serang
1. Rizky Ridho (Persija Jakarta)
Kapten Persija ini menjadi sosok paling berani di lapangan. Dalam laga melawan Dewa United di Banten International Stadium (29/8), ia tampil dengan pita hitam di lengannya meski harus berdebat soal izin.
“Awalnya semua pemain mau pakai pita hitam, tapi terkendala izin LIB. Ridho ngotot tetap pakai, akhirnya cuma dia yang berani,” ungkap akun fans Persija @jakonline01.
2. Rio Fahmi (Persija Jakarta)
Bek kanan andalan Macan Kemayoran ini menyuarakan keprihatinan melalui Instagram pribadinya, menunjukkan solidaritas bagi korban.
3. Zahaby Gholy (Persija Jakarta)
Pemain muda Persija yang juga dipanggil Timnas Indonesia ikut menyampaikan duka dan keprihatinannya lewat media sosial.
4. Dendy Sulistyawan (Bhayangkara FC)
Meski berstatus anggota Polri, Dendy justru ikut menyoroti kondisi demokrasi Indonesia dengan mengunggah tren dan opini soal penegakan hukum yang berlebihan.
5. Ivar Jenner (FC Utrecht)
Dari Belanda, Ivar Jenner juga tidak tinggal diam. Gelandang muda keturunan ini menegaskan bahwa jarak ribuan kilometer tak menghalangi rasa cinta dan kepeduliannya terhadap Indonesia.
6. Justin Hubner (Fortuna Sittard)
Bek naturalisasi yang kini merumput di Eredivisie ikut menuliskan pesan solidaritas. Bagi Hubner, menjadi bagian dari Indonesia bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga soal memiliki hati untuk rakyatnya.
7. Beckham Putra (Persib Bandung)
Bintang muda Persib ini ikut bersuara lewat Instagram Story. Beckham menegaskan bahwa tragedi seperti ini tidak boleh terulang dan harus menjadi pelajaran berharga bagi bangsa.
Solidaritas Sepak Bola untuk Demokrasi
BACA JUGA:Debut Jay Idzes di Sassuolo Berakhir Pahit, Fabio Grosso Beberkan Kesalahan Fatal Kontra Cremonese
Langkah berani ketujuh pemain ini mengirim pesan kuat bahwa sepak bola tidak hanya tentang menang atau kalah di lapangan. Atlet nasional juga punya tanggung jawab moral untuk bersuara terhadap ketidakadilan yang menimpa rakyat.
Yang menarik, para pemain ini berasal dari latar belakang berbeda:
-
Pemain Liga 1 (Rizky Ridho, Rio Fahmi, Gholy, Beckham),
-
Pemain Eropa (Ivar Jenner, Justin Hubner),
-
Hingga pemain yang juga seorang aparat (Dendy Sulistyawan).
Perbedaan itu justru memperlihatkan bahwa persatuan bisa muncul ketika keadilan rakyat dipertaruhkan.
Sumber: