Olympique de Marseille Beri Penghormatan untuk Gamma, Affan Kurniawan, dan Moh. Umar

Olympique de Marseille Beri Penghormatan untuk Gamma, Affan Kurniawan, dan Moh. Umar Amarudin--
DISWAYKALTENG.ID - Klub raksasa Ligue 1 Prancis, Olympique de Marseille, mendadak menjadi sorotan publik Indonesia usai memberi penghormatan khusus kepada tiga korban tragedi yang terjadi pada 28–29 Agustus 2025.
Dalam unggahan akun Instagram resmi mereka, @olympiquedemarseille, Jumat (29/8/2025), Marseille menuliskan:
“Gamma. Affan Kurniawan. Moh. Umar Amarudin.”
Tulisan itu disertai foto Pierre-Emile Højbjerg, gelandang anyar Marseille, sedang melakukan gestur hormat.
BACA JUGA:Sejarah Baru Sepak Bola Indonesia, Calvin Verdonk Siap Main di Liga Prancis dan Europa League
Bagi publik tanah air, sikap Marseille ini sangat mengejutkan sekaligus menyentuh. Klub besar Eropa biasanya jarang mengomentari isu sosial politik di luar sepak bola. Namun kali ini, Marseille memberi sinyal kuat: mereka ikut merasakan duka rakyat Indonesia.
Siapa Gamma, Affan, dan Umar?
Sebelum menjadi trending, banyak warganet Indonesia yang belum sepenuhnya memahami siapa sosok di balik nama-nama tersebut.
-
Gamma
-
Pelajar SMKN 4 Semarang, Jawa Tengah
-
Tewas ditembak Aipda Robig pada 24 November 2024.
-
Polisi mengira Gamma hendak ikut tawuran, padahal ia bukan bagian dari aksi tersebut.
-
-
Affan Kurniawan
-
Driver ojek online (ojol) di Jakarta.
-
Tewas setelah ditabrak dan dilindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.
-
Saat kejadian, Affan tidak ikut aksi demo, melainkan sedang mengantar pesanan makanan.
-
-
Moh. Umar Amarudin
-
Juga driver ojol.
-
Mengalami luka serius berupa patah tulang dada dan tangan akibat dikeroyok sejumlah aparat di lokasi yang sama.
-
Umar sempat dirawat intensif di RS Pelni, Jakarta Pusat.
-
Ketiganya menjadi simbol tragedi kemanusiaan yang terjadi saat kericuhan demo buruh.
Latar Belakang Demo 28–29 Agustus 2025
Aksi massa yang berujung ricuh ini awalnya digelar dengan tajuk “Gerakan Buruh Indonesia”. Ribuan buruh turun ke jalan pada Kamis (28/8/2025) di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Tuntutan mereka beragam, mulai dari:
-
Sistem pengupahan adil untuk pekerja sawit,
-
Revisi UU Pemilu,
-
Pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga,
-
Hingga penghapusan sistem outsourcing.
Sayangnya, demo berubah menjadi bentrok dengan aparat. Titik kericuhan menyebar ke beberapa wilayah, termasuk Pejompongan, Jakarta Pusat, lokasi di mana Affan dan Umar menjadi korban.
BACA JUGA:Gedung DPMPTSP Kebakaran, Pelayanan Publik Tetap Dijamin Berjalan
Selain di Jakarta, aksi serupa juga pecah di Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, hingga Makassar. Beberapa gedung DPRD seperti di Solo dan Makassar bahkan terbakar. Sementara di Jakarta, tujuh gerbang tol dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Aksi Lanjutan Usai Korban Berjatuhan
Kematian Affan Kurniawan memicu gelombang solidaritas baru. Sehari setelah kejadian, BEM SI menggelar unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya menuntut keadilan.
Ratusan driver ojol juga bergerak ke Mako Brimob Kwitang untuk menyuarakan hal yang sama. Mereka menegaskan bahwa Affan adalah korban salah sasaran karena hanya sedang bekerja, bukan peserta aksi.
Sementara itu, kondisi Moh. Umar Amarudin perlahan mulai membaik. Meski begitu, ia masih harus menjalani perawatan akibat luka parah yang dialami.
Mengapa Marseille Ikut Angkat Suara?
Pertanyaan besar muncul: kenapa klub sebesar Olympique de Marseille ikut memberi penghormatan?
Menurut sejumlah analis sepak bola, ada beberapa kemungkinan alasan:
-
Kedekatan Marseille dengan isu sosial-politik global. Klub ini dikenal punya basis suporter vokal yang peduli pada isu kemanusiaan.
-
Koneksi pemain atau staf klub dengan Indonesia. Meski belum jelas, bisa saja ada pihak internal yang menaruh perhatian pada tragedi ini.
-
Solidaritas internasional. Marseille ingin menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang lapangan hijau, tapi juga suara untuk keadilan.
Gestur sederhana ini langsung viral di Indonesia. Ribuan komentar memenuhi postingan Marseille dengan doa, dukungan, dan apresiasi.
Sumber: