PANGKALAN BUN — Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Silaturahmi Kerja Wilayah (SILAKWIL) yang dirangkaikan dengan rapat awal penyusunan rencana kegiatan Pengurus Daerah MES Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Tahun 2026, Kamis (30/12/2025).
Kegiatan berlangsung secara hybrid, memadukan pertemuan langsung di Aula Rapat HM. Raffi Kantor Bupati Kotawaringin Barat dengan partisipasi daring pengurus wilayah.
SILAKWIL dipimpin oleh Ketua Umum MES Provinsi Kalimantan Tengah Hj. Norhani, yang juga Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng, melalui sambungan daring. Sementara pengurus dan anggota MES Kobar mengikuti kegiatan secara langsung.
BACA JUGA:BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Kalteng hingga Awal 2026
Dalam arahannya, Hj. Norhani menegaskan bahwa SILAKWIL merupakan agenda rutin tahunan yang berfungsi sebagai forum strategis untuk evaluasi program, penyusunan arah kebijakan, serta penguatan koordinasi antara pengurus wilayah, pengurus daerah, Dewan Pembina, dan Dewan Pakar.
“SILAKWIL menjadi ruang konsolidasi agar program yang dirancang ke depan lebih terukur dan selaras dengan tantangan pengembangan ekonomi syariah di daerah,” ujar Norhani.
SILAKWIL tahun ini mengangkat tema “Kolaborasi di Era Teknologi untuk Pengembangan Ekonomi Syariah di Kalimantan Tengah”, yang dinilai relevan dengan percepatan transformasi digital dan tuntutan inovasi sektor ekonomi berbasis syariah.
Ketua Umum MES Kobar Syahruddin, yang juga Asisten Pengadministrasian Umum, memimpin pelaksanaan kegiatan di Pangkalan Bun. Ia menyebut SILAKWIL menjadi momentum penting untuk menyelaraskan rencana kerja daerah dengan kebijakan pengurus wilayah.
“Forum ini menjadi langkah awal penyusunan rencana kerja MES Kobar 2026 agar lebih terarah, realistis, dan berdampak nyata bagi pengembangan ekonomi syariah di daerah,” kata Syahruddin.
BACA JUGA:Kartu Huma Betang Sejahtera Jadi Kunci Layanan Publik Tepat Sasaran
Menurutnya, pola pertemuan hybrid mencerminkan kemampuan MES beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas antarwilayah.
Rapat awal penyusunan program MES Kobar 2026 membahas sejumlah isu strategis, antara lain penguatan UMKM berbasis syariah, peningkatan literasi ekonomi syariah, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
Para peserta menilai SILAKWIL menjadi sarana penting untuk mengevaluasi capaian program sebelumnya sekaligus menjajaki gagasan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Melalui kegiatan ini, MES Kalteng berharap terbangun kolaborasi yang lebih solid dan berkelanjutan antara pengurus wilayah dan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Barat.