Waspada Cuaca Ekstrem Kalteng 11–17 Februari 2026, Potensi Hujan Lebat

Waspada Cuaca Ekstrem Kalteng 11–17 Februari 2026, Potensi Hujan Lebat

Diperkiraan cuaca dengan kondisi hujan lebat terjadi-ist-

PALANGKA RAYA-- Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut PALANGKA RAYA merilis prakiraan cuaca mingguan untuk wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang berlaku mulai tanggal 11 hingga 17 Februari 2026.

Berdasarkan analisis atmosfer terkini, seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Kondisi cuaca sepekan ke depan dipengaruhi oleh beberapa fenomena atmosfer global dan regional yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan (konvektif) di wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah:

  • Indeks ENSO & SOI: Berada pada angka signifikan (-0.87 dan +11.5) yang mengindikasikan peningkatan pola konvektif.
  • MJO (Madden-Julian Oscillation): Berada di Fase 2 (Samudera Hindia), berkontribusi pada pembentukan awan hujan.
  • Konvergensi: Adanya daerah belokan angin di wilayah Kalteng yang memicu penumpukan massa udara basah.

BACA JUGA:Kejar Target PAD Rp275 M, Bapenda Palangka Raya Operasi Pajak Kendaraan

Prakiraan Wilayah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat

BMKG memprediksi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang akan merata di seluruh wilayah selama periode 11 – 17 Februari 2026, meliputi:

  • Kalteng Bagian Barat: Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau.
  • Bagian Tengah: Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Katingan, Gunung Mas.
  • Bagian Selatan & Timur: Kotawaringin Timur, Seruyan, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Murung Raya.

Peringatan Dini dan Dampak Bencana

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi:

1. Bencana Darat: Waspada terhadap genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat angin kencang atau puting beliung berdurasi singkat.

2. Pesisir & Laut: Tinggi gelombang di Perairan Selatan Kalteng diprediksi berkisar antara 0.5 – 1.25 meter (Kategori Rendah). Namun, pertumbuhan awan Cumulonimbus dapat menambah tinggi gelombang secara mendadak.

3. Kondisi Udara: Suhu udara berkisar antara 23°C – 32°C dengan kelembapan udara mencapai 60% – 100%. Angin bertiup dari Selatan ke Barat Laut dengan kecepatan hingga 20 km/jam.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah pesisir, untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut.

"Utamakan keselamatan saat beraktivitas di luar ruangan dan waspadai petir serta angin puting beliung," tulis Prakirawan Lian Adriani dalam laporan resminya.

Sumber: