Indeks SPBE Kalteng Capai 3,41 di 2025

Indeks SPBE Kalteng Capai 3,41 di 2025

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran -Istimewa-MMC Kalteng

DISWAYKALTENG.ID - Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan terus menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan penilaian Tim Koordinasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Nasional melalui Aplikasi Tauval pada laman tauval.spbe.go.id, Indeks SPBE Kalimantan Tengah tahun 2025 berhasil mencapai nilai 3,41 dengan Kategori Baik.

Capaian ini sekaligus menegaskan tren peningkatan Indeks SPBE Kalteng yang berlangsung secara konsisten sejak 2021.

Dari yang sebelumnya berada pada kategori kurang, kini Kalimantan Tengah berhasil menempatkan diri sebagai salah satu provinsi dengan kinerja transformasi digital pemerintahan yang semakin matang dan terarah.

Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa peningkatan Indeks SPBE terjadi secara bertahap dan berkelanjutan. Pada 2021, Indeks SPBE Kalteng masih berada di angka 1,00 dengan Kategori Kurang.

Kemudian naik menjadi 1,90 (Kategori Sedang) pada 2022.

Peningkatan signifikan mulai terlihat pada 2023 dengan skor 2,75 dan masuk Kategori Baik. Tren positif tersebut berlanjut pada 2024 dengan nilai 2,87, hingga akhirnya melonjak cukup tajam pada 2025 menjadi 3,41 dengan Kategori Baik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana, menyebutkan bahwa lonjakan paling signifikan terjadi pada periode 2024–2025 dengan kenaikan sebesar 0,54 poin.

“Peningkatan Indeks SPBE Kalimantan Tengah paling signifikan terjadi pada periode 2024–2025. Ini menegaskan percepatan kinerja transformasi digital pemerintahan di Kalteng,” ujar Rangga di Palangka Raya.

Menurut Rangga Lesmana, capaian Indeks SPBE 2025 bukan hasil instan, melainkan buah dari konsistensi Pemprov Kalteng dalam membangun ekosistem digital pemerintahan yang solid dan terintegrasi.

Ia menjelaskan, skor 3,41 diperoleh dari penguatan berbagai aspek, mulai dari pembangunan infrastruktur teknologi informasi, penyusunan dan penguatan regulasi, hingga integrasi layanan administrasi pemerintahan dan pelayanan publik berbasis elektronik.

“Skor 3,41 ini adalah hasil kerja bersama. Kita konsisten membangun infrastruktur teknologi, memperkuat regulasi, serta mengintegrasikan berbagai layanan administrasi pemerintahan dan layanan publik,” jelasnya.

Rincian Nilai Tiap Domain Penilaian SPBE

Berdasarkan laporan hasil pemantauan SPBE Tahun 2025, Indeks SPBE Kalimantan Tengah disusun dari empat domain utama dengan capaian nilai yang cukup beragam, yaitu:

  • Domain Kebijakan SPBE: 3,50

  • Domain Tata Kelola SPBE: 2,70

  • Domain Manajemen SPBE: 2,73

  • Domain Layanan SPBE: 4,01

Dari keempat domain tersebut, Domain Layanan SPBE mencatatkan nilai tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa layanan administrasi pemerintahan dan layanan publik berbasis elektronik di lingkungan Pemprov Kalteng semakin optimal dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

“Nilai Domain Layanan SPBE yang mencapai 4,01 menunjukkan bahwa manfaat transformasi digital sudah dirasakan masyarakat sebagai pengguna layanan,” tegas Rangga.

Tingginya skor pada Domain Layanan SPBE menjadi indikator penting bahwa transformasi digital di Kalimantan Tengah tidak hanya berhenti pada tataran sistem, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Layanan publik yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel menjadi salah satu dampak nyata dari penerapan SPBE. Masyarakat kini dapat mengakses berbagai layanan pemerintahan secara lebih mudah, efisien, dan minim hambatan birokrasi.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turut memberikan apresiasi atas capaian Indeks SPBE 2025 tersebut. Menurutnya, peningkatan signifikan dari tahun ke tahun merupakan bukti nyata keseriusan Pemprov Kalteng dalam memodernisasi tata kelola pemerintahan.

“Kita pernah berada di angka 1,00 pada tahun 2021. Kenaikan signifikan ini menunjukkan bahwa kita serius dalam memodernisasi tata kelola pemerintahan,” ujar Agustiar.

Ia menegaskan, capaian Indeks SPBE bukan sekadar deretan angka, melainkan cerminan dari peningkatan kualitas pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Meski telah mencapai Kategori Baik, Gubernur Agustiar Sabran mengingatkan seluruh jajaran agar tidak cepat berpuas diri. Tantangan ke depan adalah bertransformasi menuju Indeks Pemerintah Digital (Indeks Pemdi) yang lebih holistik dan menyeluruh.

“Kita tidak boleh berpuas diri. Tantangan ke depan adalah bertransformasi menuju Indeks Pemerintah Digital yang lebih holistik. Saya instruksikan seluruh jajaran untuk terus memperkuat inovasi digital,” tegasnya.

Sumber: