Diskominfosantik Terima Reses DPR RI, Bahas Blind Spot dan Literasi Digital
Kunjungan Kerja Reses Anggota DPR RI Komisi I, Andina Theresia Narang, di Aula Kanderang Tingang Diskominfosantik Kalteng, Senin (5/1/2026).-ist-
PALANGKA RAYA — Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah menerima Kunjungan Kerja Reses Anggota DPR RI Komisi I, Andina Theresia Narang, di Aula Kanderang Tingang Diskominfosantik Kalteng, Senin (5/1/2026).
Pertemuan tersebut membahas percepatan akses internet, penanganan wilayah blank spot, serta penguatan literasi digital di Kalimantan Tengah.
Kepala Diskominfosantik Kalteng Rangga Lesmana menyampaikan perkembangan upaya percepatan digitalisasi yang terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui program prioritas Gubernur Kalteng, khususnya untuk mendukung pelayanan publik di tingkat desa.
BACA JUGA:Bupati Barito Timur Tegaskan Peran Sekda sebagai Motor Penggerak Birokrasi Daerah
“Saat ini kami terus mengajukan permohonan penanganan blank spot melalui aplikasi Signal. Per 2 Januari 2026, total usulan mencapai 203 titik.
Selain itu, Diskominfosantik juga telah menyalurkan 376 unit Starlink ke kantor desa, sehingga pelayanan pemerintahan desa pada dasarnya sudah 100 persen berbasis online,” ujar Rangga.
Meski demikian, Rangga mengakui masih terdapat tantangan besar dalam pembangunan Base Transceiver Station (BTS) oleh operator seluler, mengingat luasnya wilayah Kalimantan Tengah dan pertimbangan kelayakan bisnis (business to business).
“Biaya operasional di wilayah pedalaman sangat tinggi. Tanpa subsidi pemerintah, pembangunan BTS seringkali menjadi tidak menarik secara bisnis bagi operator,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Komisi I Andina Theresia Narang menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi Kalimantan Tengah di tingkat pusat.
Sebagai mitra kerja Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), ia menyampaikan kabar baik terkait alokasi akses internet tahun 2026.
“Pada tahun 2026, Kalimantan Tengah mendapatkan 50 titik akses internet dari Kemkomdigi. Sebarannya meliputi Kabupaten Kapuas, Murung Raya, Seruyan, Lamandau, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Sukamara, dengan prioritas untuk sekolah, Koramil, dan kantor pelayanan desa,” ungkap Andina.
Andina juga menyoroti keberadaan BTS yang sudah terbangun namun tidak berfungsi atau tidak memiliki sinyal.
BACA JUGA:BRMP Terima Lima Siswa PKL SMKN 1 Mantangai, Dukung Penguatan Kompetensi Pelajar Vokasi
Ia meminta Diskominfosantik segera menyiapkan data detail terkait wilayah blank spot dan BTS bermasalah agar dapat langsung disampaikan ke jajaran Direktorat Jenderal Bakti Kemkomdigi.
Sumber: