Hujan Lebat Masih Dominasi Kalimantan Tengah hingga 6 Januari 2026

Hujan Lebat Masih Dominasi Kalimantan Tengah hingga 6 Januari 2026

Diperkiraan cuaca dengan kondisi hujan lebat terjadi-ist-

PALANGKA RAYA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan cuaca berawan hingga hujan masih akan mendominasi wilayah Kalimantan Tengah selama periode 31 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026.

Dalam prakiraan cuaca mingguan yang dirilis Rabu (31/12/2025), BMKG menyebutkan sejumlah faktor atmosfer global dan regional turut memengaruhi kondisi cuaca di Kalimantan Tengah.

Tekanan udara di wilayah Indonesia terpantau berada pada kisaran 1007–1018 hPa, dengan pola angin dominan bertiup dari Barat Daya hingga Timur Laut.

BACA JUGA:Agenda Kunjungan Kerja Wapres Gibran di IKN

BMKG mencatat indeks ENSO di wilayah Nino 3.4 berada pada angka -0,95, yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif atau pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah.

Sementara itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau berada pada fase netral sehingga tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan.

Kondisi belokan angin dan konvergensi turut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Didukung kelembapan udara yang tinggi, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih terjadi di sejumlah daerah.

BACA JUGA:Rilis Akhir Tahun 2025, Gubernur Tegaskan Komitmen Perkuat Pelayanan Publik

BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang berpotensi terjadi pada periode 31 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026 di wilayah Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.

Suhu udara di Kalimantan Tengah selama periode tersebut diperkirakan berkisar antara 23–33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 60–100 persen. Kecepatan angin umumnya berada pada kisaran 5–20 km per jam.

Untuk wilayah Perairan Selatan Kalimantan Tengah, BMKG memprakirakan tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5–1,5 meter atau kategori rendah hingga sedang.

BACA JUGA:MES Kalteng Gelar SILAKWIL di Kobar, Matangkan Arah Program Ekonomi Syariah 2026

Meski demikian, masyarakat pesisir diimbau tetap waspada terhadap potensi peningkatan gelombang akibat cuaca buruk.

Sumber: