5 Tradisi Unik Menyambut Ramadan dari Berbagai Negara
Lentera Ramadan Khas Mesir-ilustrasi-
DISWAYKALTENG.ID - Ramadan sebentar lagi akan tiba. Bulan suci yang selalu dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia ini identik dengan suasana penuh kekhusyukan, kebersamaan, serta tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Meski memiliki inti ibadah yang sama, setiap negara ternyata memiliki cara unik dalam menyambut dan merayakan Ramadan.
Tradisi-tradisi ini tidak hanya memperkaya budaya Islam, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kegembiraan, dan rasa syukur menjelang bulan penuh berkah.
Berikut ini lima tradisi Ramadan dari berbagai negara yang hingga kini masih dilestarikan dan menjadi bagian penting dalam perayaan bulan suci.
BACA JUGA:5 Tips Sederhana Agar Tetap Produktif Selama Ramadan, Anti Lemas dan Tetap Fokus Seharian
1. Tabuhan Gendang Sahur di Turki
Di Turki, tradisi membangunkan warga untuk sahur dilakukan dengan cara yang cukup unik, yakni melalui tabuhan gendang. Para penabuh gendang berkeliling kota saat dini hari untuk memastikan masyarakat tidak melewatkan waktu sahur.
Para penabuh ini biasanya mengenakan pakaian tradisional era Ottoman, lengkap dengan rompi dan topi khas. Sambil berjalan menyusuri jalanan, mereka menabuh gendang dengan ritme tertentu yang sudah dikenal masyarakat setempat.
Tradisi ini telah ada sejak masa Kekaisaran Ottoman dan hingga kini masih dijaga, terutama di kawasan permukiman lama. Di beberapa daerah, tradisi ini juga dikaitkan dengan istilah “Kanon Ramadan”, yang berfungsi sebagai penanda waktu ibadah selama bulan puasa.
2. Seheriwalas, Tradisi Sahur Berkeliling di India
India juga memiliki tradisi membangunkan sahur yang dikenal dengan sebutan Seheriwalas atau Zohridaars. Tradisi ini banyak ditemukan di kota-kota besar seperti New Delhi, Hyderabad, dan Lucknow.
Pada dini hari, sekelompok umat Muslim berjalan menyusuri lingkungan sekitar sambil melantunkan nama Allah dan Nabi Muhammad SAW. Mereka juga mengetuk pintu rumah warga sebagai pengingat bahwa waktu sahur telah tiba.
Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat sahur, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga. Suasana dini hari pun terasa hangat dan penuh kebersamaan, meski dalam kesederhanaan.
3. Haq Al Laila di Uni Emirat Arab
Di Uni Emirat Arab, Ramadan diawali dengan tradisi khas bernama Haq Al Laila. Tradisi ini biasanya dirayakan pada tanggal 15 Sya’ban, beberapa hari sebelum Ramadan dimulai.
Haq Al Laila menjadi momen yang paling dinantikan, terutama oleh anak-anak. Mereka mengenakan pakaian terbaik, membawa tas kecil, lalu berkeliling ke rumah tetangga sambil menyanyikan lagu dan puisi tradisional.
Sebagai balasannya, para tetangga akan membagikan permen, kacang-kacangan, dan makanan ringan. Tradisi ini melambangkan semangat berbagi, kebersamaan, dan kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadan.
4. Fanous, Lentera Ramadan Khas Mesir
Ramadan di Mesir terasa semakin semarak dengan kehadiran fanous, lentera khas berbahan kaca dan logam dengan warna-warna cerah. Lentera ini menghiasi rumah, toko, jalanan, hingga ruang publik.
Tradisi fanous diyakini berasal dari masa Kekhalifahan Fatimiyah pada abad ke-10. Saat itu, lentera digunakan untuk menerangi jalanan ketika Khalifah keluar menyambut bulan Ramadan.
Kini, fanous telah menjadi simbol Ramadan yang tidak hanya populer di Mesir, tetapi juga dikenal luas di berbagai negara Timur Tengah. Bahkan, bentuk dan desain fanous terus berkembang mengikuti zaman, tanpa meninggalkan makna tradisionalnya.
5. Chaand Raat di Pakistan
Di Pakistan, masyarakat merayakan Chaand Raat atau Malam Bulan pada hari terakhir Ramadan. Tradisi ini menandai datangnya Idul Fitri, setelah hilal terlihat di langit.
Pada malam tersebut, suasana kota berubah menjadi sangat meriah. Para perempuan berbondong-bondong ke pasar untuk membeli perhiasan, pakaian baru, serta menghias tangan dan kaki dengan henna.
Toko-toko buka hingga larut malam, jalanan dipenuhi dekorasi, dan suasana penuh kegembiraan menyelimuti masyarakat. Tradisi Chaand Raat juga dirayakan di India dan Bangladesh, dengan nuansa yang hampir serupa.
Sumber: