Tak Sekadar Wangi, Lavender Kini Jadi Bintang Dapur: Ini Manfaat, Cara Konsumsi, dan Tips Aman Mengolahnya

Tak Sekadar Wangi, Lavender Kini Jadi Bintang Dapur: Ini Manfaat, Cara Konsumsi, dan Tips Aman Mengolahnya

Bunga Lavender-ilustrasi-

DISWAYKALTENG.ID - Lavender selama ini dikenal luas sebagai tanaman aromatik dengan wangi lembut yang menenangkan. Keharumannya identik dengan aromaterapi, relaksasi, hingga produk perawatan tubuh.

Namun belakangan, lavender juga mulai menarik perhatian sebagai bahan masakan yang unik dan berkelas.

Bunga lavender kering kerap digunakan untuk memberi sentuhan rasa manis dan floral pada minuman, kue, hingga hidangan penutup.

Hal ini membuat banyak orang mulai memandang lavender sebagai tanaman dapur serbaguna yang tidak hanya memperkaya rasa, tetapi juga menghadirkan manfaat kesehatan ringan jika digunakan dengan tepat.

Meski populer, penting untuk diketahui bahwa tidak semua jenis lavender aman untuk dikonsumsi. Jenis lavender yang paling umum dan aman dimakan adalah English lavender dengan nama ilmiah Lavandula angustifolia.

Varietas inilah yang sering digunakan dalam dunia kuliner karena aromanya lembut dan rasanya tidak terlalu tajam.

Sementara itu, lavender jenis Prancis dan Spanyol lebih sering dimanfaatkan sebagai bahan minyak esensial atau aromaterapi. Varietas ini tidak dianjurkan untuk konsumsi karena rasanya lebih pahit dan kandungan senyawanya tidak diformulasikan untuk makanan.

Oleh karena itu, memilih produk lavender berlabel culinary grade menjadi langkah penting agar pengalaman kuliner tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.

BACA JUGA:Jangan Asal Makan! Ini 5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersama Mi Instan

Efek Relaksasi yang Menenangkan Pikiran

Salah satu manfaat lavender yang paling sering dibicarakan adalah efek relaksasinya. Lavender mengandung senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate yang diketahui bekerja pada sistem saraf.

Ketika dikonsumsi dalam bentuk teh atau makanan ringan, senyawa ini dapat membantu suasana hati terasa lebih tenang, terutama setelah menjalani hari yang melelahkan. Tak heran jika teh lavender sering dipilih sebagai minuman sore atau malam untuk menciptakan momen santai di rumah.

Mendukung Kualitas Tidur Lebih Nyenyak

Efek menenangkan lavender juga kerap dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih baik. Aroma dan komponen aktifnya membantu tubuh masuk ke mode istirahat, sehingga proses terlelap terasa lebih mudah.

Dikonsumsi dalam porsi wajar menjelang malam, seperti secangkir teh lavender hangat, herbal ini dapat membantu tidur terasa lebih nyenyak. Namun, penggunaannya tetap perlu dibatasi agar manfaatnya optimal tanpa menimbulkan efek samping.

Baik untuk Pencernaan Ringan

Di bidang pencernaan, lavender kuliner dikenal memiliki sifat antispasmodik ringan. Artinya, lavender dapat membantu merelaksasi otot-otot saluran cerna.

Manfaat ini membuat lavender berpotensi mengurangi keluhan seperti kembung, gas berlebih, atau rasa tidak nyaman setelah makan. Biasanya, efek ini dirasakan ketika lavender diseduh sebagai teh atau digunakan sebagai bumbu ringan dalam masakan.

Kaya Antioksidan dan Efek Anti-Inflamasi

Lavender juga menyumbang asupan antioksidan dari kelompok polifenol dan flavonoid. Senyawa ini berperan menetralkan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh akibat paparan polusi, pola makan tinggi gula, atau kurang istirahat.

Selain itu, kandungan terpen dalam lavender memberikan efek anti-inflamasi ringan. Meski tidak bersifat terapeutik, penggunaan lavender secara rutin dalam masakan rumahan dapat menjadi kebiasaan kecil yang mendukung keseimbangan tubuh dan memberikan rasa hangat serta menenteramkan.

Fleksibel Digunakan dalam Berbagai Menu

Salah satu keunggulan lavender adalah fleksibilitas penggunaannya di dapur. Lavender dapat diolah menjadi:

  • Teh herbal hangat

  • Infus madu atau sirup

  • Taburan pada scone dan kue kering

  • Campuran herbes de Provence

  • Aroma tambahan pada dessert dan minuman dingin

Dengan satu bahan, berbagai menu bisa dihidupkan dengan aroma khas yang elegan dan berkelas, tanpa perlu teknik memasak yang rumit.

Tetap Perlu Perhatian dalam Konsumsi

BACA JUGA:Sering Dianggap Sepele, Ini 7 Kebiasaan Setelah Makan yang Bisa Ganggu Kesehatan Pencernaan

Meski tergolong aman, sebagian orang dapat mengalami reaksi pencernaan ringan seperti mual atau perut terasa tidak nyaman. Oleh karena itu, disarankan untuk memulai dari takaran kecil sambil memperhatikan respons tubuh sebelum menjadikannya bagian rutin dari menu harian.

Konsumsi berlebihan justru dapat mengurangi kenikmatan rasa dan memicu ketidaknyamanan.

Siapa yang Perlu Konsultasi Sebelum Mengonsumsi?

Bagi ibu hamil, ibu menyusui, atau mereka yang sedang mengonsumsi obat penenang serta obat tekanan darah, konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat dianjurkan sebelum mengonsumsi lavender.

Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada interaksi obat atau kondisi kesehatan tertentu yang dapat terganggu oleh konsumsi herbal aromatik ini.

Lavender, Sentuhan Kecil dengan Makna Besar

 

Dengan memahami jenis lavender yang aman, cara penggunaan yang tepat, serta batas konsumsi wajar, lavender layak menjadi bintang baru di dapur rumah. Selain menghadirkan pengalaman rasa yang unik, lavender juga menawarkan dukungan kesehatan sederhana yang terasa menenangkan.

Sumber: