Fakta Mengejutkan! Serangan Jantung Lebih Sering Terjadi Pagi Hari, Ini Penjelasannya
Serangan Jantung-ilustrasi-
DISWAYKALTENG.ID - Dunia hiburan Tanah Air berduka atas kepergian musisi sekaligus komedian Gusti Irawan atau yang dikenal sebagai Gustiwiw.
Ia diketahui memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang diduga memicu serangan jantung sebelum meninggal dunia.
Peristiwa ini kembali mengingatkan publik akan bahaya serangan jantung, kondisi medis serius yang bisa datang secara tiba-tiba dan berakibat fatal.
Apa Itu Serangan Jantung?
Serangan jantung atau infark miokard terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat, biasanya akibat penyumbatan pada pembuluh darah koroner.
Tanpa pasokan oksigen yang cukup, jaringan otot jantung bisa mengalami kerusakan permanen bahkan kematian.
Menurut World Health Organization, penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia, dengan jutaan korban setiap tahunnya.
Kenapa Serangan Jantung Sering Terjadi di Pagi Hari?
Banyak orang tidak menyadari bahwa risiko serangan jantung justru meningkat di pagi hari, terutama antara pukul 06.00 hingga siang hari.
Penelitian menunjukkan risiko bisa meningkat hingga 40 persen pada waktu tersebut. Berikut penjelasan ilmiahnya:
1. Risiko Pembekuan Darah Meningkat
Di pagi hari, tubuh mengalami perubahan alami pada sistem pembekuan darah.
- Aktivitas pelarutan bekuan darah menurun
- Kadar zat pemicu pembekuan seperti fibrinogen meningkat
Akibatnya, risiko terbentuknya sumbatan di pembuluh darah jantung menjadi lebih tinggi. Kondisi ini bisa memicu serangan jantung secara mendadak.
2. Lonjakan Hormon Stres
Saat bangun tidur, tubuh melepaskan hormon stres seperti:
- Adrenalin
- Noradrenalin
- Kortisol
Lonjakan hormon ini membuat:
- Detak jantung meningkat
- Tekanan darah naik
- Pembuluh darah menyempit
Jika terjadi pada orang dengan riwayat hipertensi atau penyumbatan pembuluh darah, kondisi ini bisa sangat berbahaya.
3. Dehidrasi Ringan Setelah Tidur
Selama tidur, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam.
Akibatnya:
- Darah menjadi lebih kental
- Aliran darah melambat
- Risiko pembekuan meningkat
Dehidrasi ringan saja sudah cukup meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular, bahkan pada orang sehat.
BACA JUGA:Dilarang Pakai Kendaraan Dinas! ASN Pemprov Kalteng Diimbau Taat Aturan Saat Mudik Lebaran 2026
4. Bangun Tidur Secara Mendadak
Bangun secara tiba-tiba, terutama karena alarm keras, bisa memicu respons stres mendadak (startle response).
Efeknya:
- Lonjakan tekanan darah
- Detak jantung meningkat drastis
- Beban jantung bertambah
Kondisi ini membuat jantung bekerja ekstra keras dalam waktu singkat.
5. Gangguan Tidur dan Kesehatan Jantung
Kualitas tidur yang buruk juga berperan besar dalam meningkatkan risiko serangan jantung.
Beberapa gangguan tidur yang berbahaya:
- Sleep apnea
- Insomnia
- Sering terbangun di malam hari
Gangguan ini dapat menyebabkan:
- Peradangan kronis
- Tekanan darah tinggi
- Penumpukan plak di arteri
Semua faktor tersebut meningkatkan risiko serangan jantung, terutama saat pagi hari.
Pentingnya Waspada Sejak Dini
Kasus yang menimpa Gusti Irawan menjadi pengingat bahwa serangan jantung tidak mengenal usia dan bisa terjadi kapan saja.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Mengontrol tekanan darah
- Menjaga pola makan sehat
- Cukup minum air putih
- Tidur berkualitas
- Menghindari stres berlebihan
Sumber: