Harga Sembako Melonjak saat Ramadan 1447 H, DPRD Kalteng Minta Stok dan Distribusi Diawasi Ketat!
Pasar/ilustrasi-ilustrasi-
DISWAYKALTENG.ID - Kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah kembali menjadi perhatian serius.
Lonjakan harga yang hampir selalu terjadi setiap tahun ini dinilai perlu diantisipasi lebih awal agar tidak membebani masyarakat.
DPRD Kalimantan Tengah mengingatkan pemerintah provinsi agar tidak lengah dalam mengendalikan distribusi serta memastikan ketersediaan stok pangan di pasaran.
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Agie, menegaskan bahwa gejolak harga sembako merupakan pola yang kerap berulang setiap memasuki Ramadan dan menjelang Lebaran.
Peningkatan kebutuhan masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas.
“Setiap mendekati hari-hari besar keagamaan, harga bahan sembilan pokok biasanya bergejolak,” ujarnya.
BACA JUGA:Pemprov Kalteng Klaim 100 Persen Siap Luncurkan Kartu Huma Betang 20 Februari 2026
Stok Distributor Harus Dipastikan Aman
Menurut Agie, langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah provinsi adalah memastikan ketersediaan stok di tingkat distributor. Ia menilai, jika stok aman dan terpantau dengan baik, potensi kelangkaan bisa ditekan.
“Pastikan stok barang itu ada di tingkat distributor. Itu harus dipastikan oleh pemerintah provinsi,” tegasnya.
Pengawasan yang ketat dinilai sangat penting agar tidak ada praktik penimbunan atau permainan harga yang dapat memperparah kondisi pasar.
DPRD meminta instansi terkait aktif turun ke lapangan untuk memantau kondisi riil di gudang-gudang distributor.
Distribusi Jadi Tantangan di Kalteng
Selain persoalan stok, faktor distribusi juga menjadi perhatian utama. Kondisi geografis Kalimantan Tengah yang luas dan mengandalkan jalur transportasi darat serta sungai membuat distribusi bahan pangan rawan terhambat.
Agie meminta Dinas Perhubungan memastikan kelancaran arus distribusi hingga ke daerah-daerah terpencil. Infrastruktur jalan yang rusak juga harus segera diperbaiki agar tidak mengganggu pasokan bahan pokok.
“Transportasi harus lancar, baik darat maupun sungai. Kalau ada jalan rusak, segera diperhatikan supaya bahan pangan tidak terhambat sampai ke daerah,” katanya.
Hambatan distribusi dinilai bisa memicu kenaikan harga lebih tinggi, terutama di wilayah yang jauh dari pusat distribusi utama.
Operasi Pasar Jadi Opsi Strategis
Jika harga tetap mengalami kenaikan signifikan, DPRD Kalteng mendorong pemerintah segera menggelar operasi pasar di seluruh kabupaten dan kota.
Menurut Agie, operasi pasar dapat dilakukan dengan membeli barang dari distributor besar lalu menjualnya langsung kepada masyarakat dengan harga distributor. Selisih harga dapat ditanggung melalui subsidi pemerintah daerah.
“Operasi pasar harus dilakukan di pasar-pasar seluruh Kalimantan Tengah. Selisih harga dari distributor itu ditanggung pemerintah,” jelasnya.
Langkah ini dianggap efektif untuk menekan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang Idulfitri.
BACA JUGA:BI Kalteng Proyeksikan Kebutuhan Uang Kartal Ramadan 1447 H Tembus Rp3,28 Triliun, Naik 91,9 Persen
Antisipasi Sejak Awal Jelang Ramadan
Momentum Ramadan dan Idulfitri memang selalu identik dengan peningkatan konsumsi. Permintaan terhadap beras, minyak goreng, gula, telur, hingga daging biasanya melonjak tajam.
Karena itu, DPRD Kalteng menilai pengendalian harga tidak bisa dilakukan secara reaktif. Pemerintah provinsi perlu bergerak sejak awal, mulai dari pengawasan stok, kelancaran distribusi, hingga kesiapan anggaran untuk subsidi jika diperlukan.
Sumber: