Sering Tidur dengan Rambut Basah? Ini 5 Bahaya yang Diam-Diam Mengintai Kesehatan
Rambut Panjang-ilustrasi-
DISWAYKALTENG.ID - Setelah hari yang panjang dan melelahkan, rasanya ingin langsung merebahkan badan tanpa menunggu rambut benar-benar kering.
Apalagi mandi malam sering dianggap sebagai cara ampuh untuk melepas penat sebelum tidur.
Karena merasa sepele, banyak orang terbiasa tidur dengan rambut basah dan menganggapnya tidak berdampak serius bagi kesehatan.
Faktanya, kebiasaan ini menyimpan berbagai risiko yang kerap luput dari perhatian.
Rambut dan kulit kepala yang lembap dalam waktu lama bisa memicu gangguan kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Mulai dari masalah rambut, kulit kepala, hingga kualitas tidur secara keseluruhan.
Agar lebih waspada, berikut ini bahaya tidur dengan rambut basah yang perlu kamu ketahui.
BACA JUGA:7 Ide Makan Siang Ramah Diabetes, Kaya Serat dan Protein untuk Jaga Gula Darah Stabil
1. Kulit Kepala Lebih Rentan Iritasi dan Ketombe
Kulit kepala yang lembap menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri. Dalam kondisi hangat dan minim sirkulasi udara, mikroorganisme dapat berkembang lebih cepat.
Menurut Journal of Clinical and Diagnostic Research (2015), jamur Malassezia salah satu penyebab utama ketombe lebih mudah berkembang di area kulit yang lembap.
Jika kebiasaan tidur dengan rambut basah dilakukan berulang kali, risiko munculnya ketombe, rasa gatal, dan iritasi kulit kepala pun meningkat.
Tak heran jika sebagian orang merasa kulit kepalanya sering tidak nyaman, meski sudah rutin keramas.
2. Rambut Menjadi Lebih Rapuh dan Mudah Patah
Tahukah kamu bahwa rambut berada dalam kondisi paling lemah saat basah? Struktur rambut yang menyerap air menjadi lebih elastis dan rentan rusak.
Penelitian dalam International Journal of Trichology (2018) menjelaskan bahwa rambut basah lebih mudah mengalami kerusakan mekanis akibat gesekan.
Saat tidur, rambut bergesekan dengan bantal dan seprai, sehingga meningkatkan risiko rambut patah, bercabang, dan rontok.
Inilah salah satu bahaya tidur dengan rambut basah yang sering tidak disadari, terutama bagi mereka yang merasa rambutnya semakin tipis tanpa sebab jelas.
3. Rambut Bisa Menjadi Bau Apek
Bangun tidur dengan rambut berbau apek tentu bukan pengalaman yang menyenangkan. Kondisi ini sering dialami oleh orang yang tidur dengan rambut basah.
Rambut yang lembap dan tertutup dalam waktu lama menciptakan lingkungan minim oksigen, sehingga bakteri lebih mudah berkembang.
Berdasarkan Journal of Applied Microbiology (2017), bakteri dan mikroorganisme penyebab bau tumbuh lebih cepat di lingkungan yang lembap dan hangat.
Akibatnya, meski baru keramas, rambut justru mengeluarkan bau tidak sedap keesokan harinya.
4. Mengganggu Kualitas Tidur
Tidur dengan rambut basah juga dapat memengaruhi kualitas istirahat. Rambut yang masih basah membuat suhu kepala menjadi lebih dingin, terutama jika kamu tidur di ruangan ber-AC atau dengan kipas angin menyala.
Penelitian dalam Sleep Medicine Reviews (2019) menyebutkan bahwa perubahan suhu tubuh saat tidur dapat mengganggu siklus tidur alami. Dampaknya, kamu bisa lebih mudah terbangun di malam hari atau merasa tidur tidak nyenyak.
Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat tubuh tidak mendapatkan istirahat optimal, meski durasi tidur sudah cukup.
5. Meningkatkan Risiko Infeksi Kulit Kepala dalam Jangka Panjang
BACA JUGA:Prospek Cuaca Mingguan 2–8 Januari 2026: Awal Tahun Diwarnai Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Jika kebiasaan tidur dengan rambut basah dilakukan terus-menerus, risiko yang muncul tidak hanya bersifat sementara. Dalam jangka panjang, kelembapan kronis pada kulit kepala dapat memicu infeksi jamur atau bakteri.
Studi dalam Clinical Microbiology Reviews (2016) menjelaskan bahwa kulit yang sering berada dalam kondisi lembap lebih rentan mengalami infeksi mikroba. Gejalanya bisa berupa kulit kepala kemerahan, rasa perih, ketombe parah, hingga peradangan yang sulit sembuh.
Meski tidak selalu langsung terasa, dampaknya bisa muncul perlahan dan semakin mengganggu jika diabaikan.
Sumber: