Sering Dianggap Sepele, Ini 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Kesehatan
Kesepian-ilustrasi-
DISWAYKALTENG.ID - Gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan seseorang.
Kebiasaan baik tentu akan menunjang kesehatan tubuh dalam jangka panjang, sementara kebiasaan buruk bisa menjadi pintu masuk berbagai penyakit serius.
Sayangnya, banyak orang tanpa sadar masih melakukan kebiasaan yang justru berdampak buruk bagi kesehatan. Mulai dari pola makan yang keliru, kebiasaan makan yang tergesa-gesa, hingga gaya hidup tidak sehat seperti merokok.
Melansir laman kesehatan WebMD, berikut ini sejumlah kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele, namun ternyata memiliki efek merusak bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus.
BACA JUGA:10 Buah Penurun Asam Urat yang Alami dan Aman Dikonsumsi Setiap Hari
1. Terbiasa Makan dengan Porsi Jumbo
Makan dalam porsi besar kerap dianggap wajar, apalagi jika makanan yang dikonsumsi tergolong sehat. Namun, kebiasaan makan berlebihan tetap berisiko meningkatkan berat badan secara signifikan.
Jika dibiarkan, kelebihan berat badan atau obesitas dapat memicu berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.
Untuk itu, penting membiasakan diri mengonsumsi makanan sesuai porsi yang direkomendasikan. Mendengarkan sinyal lapar dan kenyang dari tubuh bisa menjadi langkah awal untuk mengontrol porsi makan.
2. Terlalu Sering Mengonsumsi Junk Food
Junk food seperti soda, permen, kue kering, dan makanan cepat saji memang menggugah selera. Namun, makanan ini umumnya tinggi kalori, gula, dan lemak jenuh, tetapi minim nutrisi penting.
Gula yang masuk ke dalam darah terlalu cepat dapat memicu lonjakan gula darah, yang dalam jangka panjang berisiko menyebabkan obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Sebagai alternatif, pilihlah karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat, membuat kenyang lebih lama, dan memberikan energi yang stabil. Contohnya adalah biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayuran. Lemak sehat dari kacang-kacangan dan biji-bijian juga baik untuk mendukung pola makan seimbang.
3. Kebiasaan Makan Terlalu Cepat
Makan dengan terburu-buru dapat membuat tubuh tidak sempat mengenali rasa kenyang. Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak dan merasa cepat lapar kembali.
Sebaliknya, makan dengan perlahan memberi kesempatan bagi tubuh untuk mengirim sinyal bahwa asupan makanan sudah cukup. Dengan begitu, seseorang bisa merasa kenyang meski dengan porsi yang lebih sedikit.
Agar lebih mindful saat makan, biasakan mengambil suapan kecil, mengunyah makanan dengan baik, dan menghindari distraksi seperti ponsel atau televisi saat makan.
4. Kesepian dan Kurang Interaksi Sosial
Kesepian tidak selalu berarti tidak memiliki banyak teman atau jarang bertemu orang lain. Yang lebih penting adalah perasaan terhubung secara emosional dengan orang lain.
Rasa kesepian yang berkepanjangan diketahui berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari tekanan darah tinggi, depresi, gangguan fungsi otak seperti Alzheimer, hingga meningkatnya peradangan dalam tubuh.
Jika mulai merasa kesepian, cobalah membangun koneksi sosial melalui kelompok hobi, kegiatan komunitas, keluarga, atau aktivitas lain yang memungkinkan interaksi dan kebersamaan dengan orang lain.
5. Merokok
Merokok merupakan salah satu kebiasaan paling berbahaya bagi kesehatan. Rokok memengaruhi hampir seluruh organ tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.
Mulai dari penyakit jantung, kanker, diabetes, stroke, bronkitis kronis, emfisema, hingga gangguan sistem kekebalan seperti rheumatoid arthritis dapat dipicu oleh kebiasaan merokok.
Tak hanya perokok aktif, orang-orang yang sering terpapar asap rokok juga berisiko mengalami asma, penyakit jantung, kanker paru-paru, hingga stroke. Berhenti merokok atau menghindari paparan asap rokok adalah langkah penting untuk melindungi kesehatan diri dan orang di sekitar.
6. Tidak Membersihkan Gigi dengan Benang Gigi
BACA JUGA:8 Cara Makan Buah Plum yang Lezat, Sehat, dan Mudah Dicoba di Rumah
Banyak orang sudah rajin menyikat gigi dua kali sehari, namun masih mengabaikan kebiasaan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (flossing).
Padahal, menyikat gigi saja tidak cukup untuk menghilangkan plak, yaitu lapisan lengket berisi bakteri yang dapat menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi.
Penumpukan plak yang berlebihan juga dapat memicu penyakit gusi, yang ternyata berkaitan dengan risiko penyakit lain seperti stroke, penyakit jantung, dan diabetes.
Oleh karena itu, membersihkan gigi dengan benang gigi sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas kebersihan mulut harian.
Sumber: