Telur Cokelat vs Telur Putih: Mana yang Lebih Sehat? Ini Fakta Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Kamis 01-01-2026,12:38 WIB
Reporter : Derry Sutardi
Editor : Derry Sutardi

DISWAYKALTENG.ID - Saat berbelanja kebutuhan dapur, telur hampir selalu menjadi bahan pokok yang wajib masuk keranjang belanja. Harganya terjangkau, mudah diolah, dan kaya nutrisi.

Namun, ketika berada di rak penjualan, tak sedikit orang dibuat bingung dengan dua pilihan utama: telur cokelat dan telur putih.

Sebagian masyarakat percaya bahwa telur cokelat lebih sehat, lebih alami, atau lebih bergizi dibandingkan telur putih.

Ada juga yang justru menganggap telur putih lebih “bersih” dan aman dikonsumsi. Lalu, mana yang benar?

Agar tidak salah kaprah, yuk simak penjelasan lengkap tentang perbedaan telur cokelat dan telur putih berikut ini.

Perbedaan Warna Cangkang Telur, Dari Mana Asalnya?

BACA JUGA:7 Cara Mengatasi Insecure dengan Bentuk Tubuh Pasca Melahirkan

Faktanya, warna cangkang telur tidak ada hubungannya dengan pakan, sinar matahari, atau lokasi ayam diternakkan. Warna telur sepenuhnya ditentukan oleh jenis atau ras ayam yang bertelur.

Petani sekaligus edukator pertanian, Patrick Muhammad, menjelaskan bahwa telur bercangkang putih umumnya dihasilkan oleh ayam ras Leghorn. Ayam jenis ini sangat populer dalam industri peternakan komersial.

Ayam Leghorn memiliki tubuh relatif kecil dengan bobot sekitar empat hingga lima pon. Karena ukurannya lebih kecil, ayam ini membutuhkan pakan lebih sedikit dan ruang kandang yang tidak terlalu luas. Hal ini membuat biaya pemeliharaannya lebih rendah dan produksi telurnya lebih efisien.

Tak heran jika telur putih sering dijumpai dengan harga yang lebih terjangkau di pasaran.

Telur Cokelat Berasal dari Ayam Bertubuh Lebih Besar

Berbeda dengan telur putih, telur cokelat biasanya dihasilkan oleh ayam ras seperti Rhode Island Red, Buff Orpington, atau Barred Rock. Ayam-ayam ini dikenal memiliki ukuran tubuh yang lebih besar.

Karena bobotnya lebih berat, ayam petelur cokelat membutuhkan asupan pakan yang lebih banyak untuk menjaga produksi telur tetap stabil. Otomatis, biaya pemeliharaan pun menjadi lebih tinggi.

Inilah alasan utama mengapa telur cokelat sering dijual dengan harga lebih mahal dibandingkan telur putih, bukan karena kandungan gizinya lebih unggul.

Warna Telur Ditentukan oleh Genetika Ayam

Di masyarakat, masih banyak mitos yang beredar bahwa telur cokelat berasal dari ayam yang dipelihara secara alami, diberi pakan organik, atau hidup di lingkungan tertentu. Namun, Patrick Muhammad menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar.

Warna cangkang telur sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetika ayam, bukan cara beternak atau jenis pakannya.

Bahkan, ayam tidak hanya menghasilkan telur putih dan cokelat. Ada juga ayam tertentu yang bisa bertelur dengan warna unik seperti:

  • Biru

  • Hijau

  • Merah muda

  • Cokelat tua

Sayangnya, telur dengan warna-warna unik ini masih jarang ditemukan di pasaran karena konsumen Indonesia cenderung memilih telur yang sudah familiar.

Apakah Kandungan Gizi Telur Cokelat dan Putih Berbeda?

BACA JUGA:Timun Tikus, Tanaman Liar yang Sering Dianggap Gulma, Ternyata Punya Potensi Besar untuk Kesehatan dan SDGs

Pertanyaan paling sering muncul adalah soal nilai gizi. Banyak orang percaya telur cokelat lebih bergizi dibandingkan telur putih. Namun, benarkah demikian?

Mengacu pada data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), tidak ada perbedaan signifikan antara kandungan gizi telur cokelat dan telur putih selama ayam diberi pakan yang sama.

Baik telur cokelat maupun putih mengandung:

  • Protein berkualitas tinggi

  • Lemak sehat

  • Vitamin A, D, E, dan B12

  • Mineral seperti zat besi dan selenium

Dengan kata lain, warna cangkang tidak memengaruhi nilai nutrisi telur.

Faktor yang Lebih Menentukan Kualitas Telur

Jika ingin mendapatkan telur yang lebih bernutrisi, konsumen sebaiknya memperhatikan faktor berikut:

  • Jenis pakan ayam

  • Sistem pemeliharaan (ayam umbaran, bebas kandang, atau konvensional)

  • Kesegaran telur

Ayam yang diberi pakan berkualitas dan dipelihara dengan baik cenderung menghasilkan telur dengan kandungan nutrisi lebih optimal, terlepas dari warna cangkangnya.

Jadi, Mana yang Harus Dipilih?

Dengan berbagai fakta tersebut, sebenarnya konsumen tidak perlu ragu atau bingung memilih telur berdasarkan warna. Telur cokelat dan telur putih sama-sama sehat, bernutrisi, dan aman dikonsumsi.

Pilihan akhirnya bisa disesuaikan dengan:

  • Selera pribadi

  • Ketersediaan di pasaran

  • Kebutuhan memasak

  • Anggaran belanja

Selama telur masih segar dan disimpan dengan baik, keduanya sama-sama memberikan manfaat bagi kesehatan.

Kategori :