Gubernur Kalteng Buka Peluang Mahasiswa Jadi Staf Khusus, Ini Tujuannya
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pengukuhan empat Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya-MC Kalteng-
DISWAYKALTENG.ID - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, kembali menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang bagi kalangan mahasiswa agar dapat terlibat langsung dalam pemerintahan daerah.
Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah membuka peluang bagi mahasiswa untuk menjadi staf khusus gubernur.
Wacana tersebut sebelumnya sempat mencuri perhatian publik karena dinilai sebagai langkah inovatif dalam melibatkan generasi muda dalam proses birokrasi.
Melalui kebijakan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga dapat ikut memahami secara langsung bagaimana roda pemerintahan dijalankan.
Menurut Gubernur Agustiar Sabran, ide melibatkan mahasiswa sebagai staf khusus merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda.
Dengan terlibat langsung di lingkungan pemerintahan, mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai dinamika dalam pengambilan kebijakan serta proses administrasi pemerintahan.
“Ya itu ditunggu ya, kita tunggu. Kemarin kita melempar isu itu memang, kita tunggu dari mahasiswanya. Biar mengerti dia bagaimana menjalankan roda pemerintahan itu,” ujar Agustiar saat ditemui awak media usai kegiatan di Bandara Tjilik Riwut Lama.
Langkah ini dinilai dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa yang ingin memahami praktik tata kelola pemerintahan secara langsung.
BACA JUGA:Harga LPG 3 Kg di Palangka Raya Tembus Rp45 Ribu, Pemkot Temukan Penyebabnya
Mahasiswa Berkompeten
Gubernur memastikan bahwa peluang bagi mahasiswa untuk menjadi staf khusus akan dibuka secara resmi. Namun, ia menekankan bahwa hanya mahasiswa yang memiliki kompetensi dan kemampuan yang sesuai yang dapat mengikuti seleksi.
“Iya dibuka (pendaftarannya), selama dia punya kompetensi ya,” tegas Agustiar.
Artinya, posisi tersebut tidak diberikan secara sembarangan. Pemerintah daerah akan tetap mempertimbangkan kemampuan, kualitas, serta kontribusi yang dapat diberikan oleh mahasiswa yang ingin bergabung.
Pemprov Siapkan Forum Khusus Bersama Mahasiswa
Untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, pemerintah provinsi berencana mengadakan forum khusus yang melibatkan perwakilan mahasiswa.
Dalam forum tersebut nantinya akan dibahas berbagai hal terkait proses pendaftaran, syarat administrasi, hingga mekanisme seleksi.
Agustiar mengatakan bahwa pemerintah daerah akan mengumpulkan mahasiswa dalam sebuah pertemuan terbuka guna menyosialisasikan rencana tersebut.
“Nanti kalau ada pertemuan secara luas, nanti dikumpulkan ya. Saya minta kelengkapan ininya,” jelasnya.
Forum ini juga diharapkan menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dengan kalangan mahasiswa.
Selain forum sosialisasi, Gubernur juga memastikan akan ada pertemuan lanjutan dengan para mahasiswa untuk mematangkan program ini.
Dialog tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat mendengar langsung aspirasi dan pandangan mahasiswa terkait keterlibatan mereka dalam pemerintahan.
“Ya pastilah ya (ada pertemuan lagi bareng mahasiswa),” ujar Agustiar.
Melalui dialog ini, pemerintah berharap dapat menciptakan sistem perekrutan yang transparan serta memberikan kesempatan yang adil bagi mahasiswa yang berminat.
BACA JUGA:Rencana Jalur Kereta Api di Kalteng Masih Dikaji, Pemprov Tunggu Investor untuk Proyek Strategis
Salah satu tujuan utama dari rencana perekrutan staf khusus dari kalangan mahasiswa adalah untuk menghadirkan gagasan dan perspektif baru dalam pemerintahan.
Agustiar Sabran menilai mahasiswa memiliki potensi besar dalam memberikan ide-ide inovatif untuk mendukung pembangunan daerah.
Sebelumnya, ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang nantinya terpilih diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata, termasuk dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Mahasiswa akan kita libatkan sebagai staf khusus, tentu dengan kriteria tertentu. Kita butuh pemikiran segar untuk menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.
Rencana pelibatan mahasiswa sebagai staf khusus gubernur dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis, tetapi juga dapat memahami secara langsung bagaimana kebijakan publik dirumuskan dan dijalankan.
Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih terbuka, transparan, serta akuntabel.
Sumber: