5 Ide Usaha Makanan Menjelang Lebaran 2026 yang Paling Laris, Peluang Cuan Besar di Momen Hari Raya

5 Ide Usaha Makanan Menjelang Lebaran 2026 yang Paling Laris, Peluang Cuan Besar di Momen Hari Raya

-ilustrasi-

DISWAYKALTENG.ID - Menjelang Hari Raya Idulfitri, pola konsumsi masyarakat Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Aktivitas memasak meningkat, kebutuhan jamuan tamu bertambah, dan banyak orang mulai mencari solusi praktis karena waktu serta tenaga tersita untuk berbagai persiapan Lebaran.

Di tengah kondisi ini, usaha makanan justru menjadi salah satu sektor yang paling diuntungkan. Permintaan cenderung melonjak tajam, bahkan sudah terasa sejak beberapa minggu sebelum hari raya.

Menariknya, menu Lebaran di Indonesia memiliki karakter yang khas dan cenderung tidak banyak berubah dari tahun ke tahun. Namun justru di situlah letak peluangnya.

Selama pelaku usaha mampu menjaga rasa, kualitas, serta ketepatan waktu produksi, bisnis makanan Lebaran hampir selalu memiliki pasar yang stabil.

Berikut ini lima ide usaha makanan yang paling dicari menjelang Lebaran dan berpotensi menghasilkan cuan besar.

BACA JUGA:Warga Muhammadiyah di Palangka Raya Gelar Salat Idulfitri 1447 H Lebih Awal, Jemaah Padati Sejumlah Titik

1. Jualan Opor Ayam, Menu Wajib Lebaran yang Selalu Dicari

Opor ayam bisa dibilang sebagai “bintang utama” di meja makan saat Lebaran. Cita rasanya yang gurih dengan kuah santan kental sangat cocok dipadukan dengan ketupat, menjadikannya favorit lintas generasi.

Menjelang hari raya, tidak semua orang punya waktu untuk memasak opor ayam sendiri. Banyak yang memilih membeli agar bisa fokus pada persiapan lain seperti mudik atau bersih-bersih rumah.

Karena itu, usaha opor ayam dengan sistem pre-order menjadi pilihan yang sangat menjanjikan. Selain lebih efisien dalam produksi, sistem ini juga meminimalkan risiko kerugian akibat makanan tidak terjual.

2. Jualan Kue Kering, Tradisi Lebaran yang Tak Pernah Hilang

Tidak lengkap rasanya Lebaran tanpa toples kue kering di ruang tamu. Jenis kue seperti nastar, kastengel, dan putri salju masih menjadi primadona karena sudah melekat kuat dengan suasana Idulfitri.

Permintaan kue kering biasanya sudah meningkat sejak jauh hari sebelum Lebaran. Banyak orang membelinya untuk persiapan menjamu tamu atau sebagai hampers untuk keluarga dan kolega.

Usaha ini sangat cocok dijalankan dari rumah dengan sistem pre-order. Dengan begitu, produksi bisa disesuaikan dengan pesanan sehingga kualitas tetap terjaga dan stok tidak berlebihan.

3. Jualan Ketupat, Simbol Lebaran yang Selalu Dibutuhkan

Ketupat bukan hanya makanan, tapi juga simbol khas Lebaran di Indonesia. Meski terlihat sederhana, proses pembuatannya cukup rumit, mulai dari menganyam daun kelapa hingga merebusnya selama berjam-jam.

Karena prosesnya yang memakan waktu, banyak keluarga memilih membeli ketupat siap saji. Ini menjadi peluang bisnis yang sangat potensial, terutama pada periode H-3 hingga hari H Lebaran.

Biasanya, pembeli membeli dalam jumlah besar untuk kebutuhan keluarga dan tamu. Jika dikelola dengan baik, usaha ketupat bisa memberikan keuntungan signifikan dalam waktu singkat.

BACA JUGA:BTN dan Insan Pers Salurkan 600 Paket Sembako Jelang Lebaran

4. Jualan Lauk Kering seperti Rendang, Praktis dan Tahan Lama

Rendang dikenal sebagai salah satu menu istimewa saat Lebaran. Selain rasanya yang kaya rempah, rendang juga memiliki daya tahan yang cukup lama, sehingga cocok dijadikan stok makanan setelah hari raya.

Selain rendang, lauk kering lain seperti sambal goreng ati, kering kentang, dan serundeng juga banyak diminati. Kepraktisan menjadi alasan utama konsumen memilih jenis makanan ini.

Bahkan, tidak sedikit yang membeli lauk kering sebagai oleh-oleh atau untuk dibagikan kepada kerabat yang datang berkunjung. Ini membuat peluang usaha di segmen ini semakin menjanjikan.

5. Jualan Snack Tradisional Lebaran, Simpel tapi Laris

Selain kue kering modern, snack tradisional seperti kacang bawang, rempeyek, dan keripik tetap memiliki tempat di hati masyarakat.

Camilan ini biasanya disajikan sebagai pelengkap saat menerima tamu. Selain itu, banyak juga yang menjadikannya sebagai isi hampers Lebaran.

Usaha snack tradisional memiliki keunggulan dari segi fleksibilitas produksi. Pelaku usaha bisa membuatnya secara bertahap dan menjualnya dalam berbagai ukuran kemasan sesuai kebutuhan pasar.

Kunci Sukses Usaha Makanan Saat Lebaran

Meski peluangnya besar, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar usaha makanan Lebaran bisa sukses, di antaranya:

  • Konsistensi rasa dan kualitas agar pelanggan tetap loyal
  • Ketepatan waktu produksi dan pengiriman karena momen Lebaran sangat sensitif terhadap waktu
  • Sistem pre-order yang rapi untuk menghindari over produksi
  • Kemasan menarik dan higienis terutama untuk produk yang dijadikan hampers

 

Selain itu, kemudahan dalam pemesanan, seperti melalui media sosial atau aplikasi pesan instan, juga menjadi nilai tambah yang sangat penting di era digital saat ini.

Sumber: