Waspada Cuaca Ekstrem Hari ke Depan, BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor di Kalteng
Cuaca Ektrem di kalteng-ilustrasi-
DISWAYKALTENG.ID - Badan meteorologi kembali mengingatkan masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), masyarakat diminta mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai angin kencang serta sambaran petir di sejumlah wilayah provinsi tersebut.
Peringatan dini ini disampaikan oleh prakirawan dari Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Neng Arini Nur P, yang menyebutkan bahwa kondisi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi dalam tiga hari ke depan.
“Kami mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng,” kata Neng Arini di Palangka Raya, Senin.
13 Kabupaten dan 1 Kota Berpotensi Terdampak
Menurut BMKG, potensi hujan lebat tersebut berpeluang terjadi di hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain:
-
Kabupaten Kotawaringin Barat
-
Kabupaten Kotawaringin Timur
-
Kabupaten Sukamara
-
Kabupaten Lamandau
-
Kabupaten Seruyan
-
Kabupaten Katingan
-
Kabupaten Gunung Mas
-
Kabupaten Murung Raya
-
Kabupaten Barito Utara
-
Kabupaten Barito Selatan
-
Kabupaten Barito Timur
-
Kabupaten Kapuas
-
Kabupaten Pulang Pisau
-
serta Kota Palangka Raya
BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah tersebut untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan mengantisipasi kemungkinan dampak yang bisa muncul.
BACA JUGA:Pemprov Kalteng Waspada Karhutla 2026, Kemarau Diprediksi Lebih Panjang akibat El Nino
Waspadai Dampak Bencana Akibat Hujan Lebat
Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang berpotensi menimbulkan sejumlah bencana hidrometeorologi.
Beberapa dampak yang perlu diwaspadai antara lain:
-
genangan air di permukiman
-
banjir
-
banjir bandang
-
tanah longsor
-
pohon tumbang
Selain itu, sambaran petir juga bisa membahayakan keselamatan masyarakat jika berada di tempat terbuka.
Karena itu, warga diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba.
Awan Cumulonimbus Jadi Tanda Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa sebelum terjadi hujan lebat biasanya akan terlihat pertumbuhan awan Cumulonimbus atau yang sering disebut awan CB.
Awan ini memiliki ciri khas berwarna gelap, menjulang tinggi, dan sering kali menjadi tanda akan turunnya hujan deras yang disertai petir dan angin kencang.
Fenomena ini muncul karena beberapa faktor atmosfer, seperti:
-
kelembaban udara yang cukup tinggi
-
labilitas atmosfer lokal yang kuat
-
proses konveksi udara yang aktif
Kondisi tersebut membuat pertumbuhan awan hujan semakin cepat dan berpotensi menghasilkan hujan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
Imbauan BMKG untuk Keselamatan Warga
BACA JUGA:Mudik Gratis Lebaran 2026 di Kalteng Dibuka, 17 Bus Siap Angkut 535 Pemudik ke 6 Kota
Melihat potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat agar tetap aman saat terjadi hujan lebat dan badai petir.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
-
Segera mencari tempat berteduh jika melihat awan gelap dan angin mulai kencang.
-
Tidak berteduh di bawah pohon besar, karena berisiko tersambar petir atau tertimpa dahan yang patah.
-
Menghindari berdiri di tempat terbuka seperti lapangan.
-
Menjauhi papan reklame, baliho, dan pohon tinggi yang berpotensi tumbang akibat angin kencang.
-
Waspada terhadap genangan air dan potensi banjir di wilayah rendah.
Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi risiko saat menghadapi cuaca ekstrem.
BMKG Terus Pantau Perkembangan Cuaca
BMKG menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi atmosfer di wilayah Kalimantan Tengah.
Selain itu, lembaga tersebut juga secara rutin melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.
Informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dapat diakses masyarakat melalui:
-
situs resmi BMKG
-
aplikasi mobile BMKG
-
akun media sosial resmi BMKG
Sumber: