Mudik Lebaran 2026 di Kalteng Diprediksi Ramai, Dishub Proyeksikan 213 Ribu Orang Akan Bepergian
Mudik Lebaran-ilustrasi-
DISWAYKALTENG.ID - Pergerakan masyarakat menjelang Mudik Lebaran 2026 di wilayah Kalimantan Tengah diprediksi mengalami peningkatan cukup signifikan.
Dinas Perhubungan setempat memperkirakan ratusan ribu warga akan melakukan perjalanan selama periode mudik dan libur Idulfitri tahun ini.
Berdasarkan proyeksi dari Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah, jumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan diperkirakan mencapai sekitar 213 ribu orang. Perjalanan tersebut mencakup mobilitas di dalam provinsi maupun perjalanan antar pulau.
Kepala Seksi Pemaduan Moda dan Pengembangan Dishub Kalteng, Muhammad Ikhsan Sidiq, mengatakan bahwa tren peningkatan jumlah pemudik sudah terlihat sejak masa pemulihan setelah pandemi.
“Dari evaluasi kami dari tahun ke tahun, terakhir 2023 pasca-Covid, jumlah pemudik selalu mengalami kenaikan. Jadi potensinya pada tahun 2026 ini juga akan mengalami kenaikan,” ujarnya
BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026 di Kalteng Diprediksi Ramai, Dishub Proyeksikan 213 Ribu Orang Akan Bepergian
Sekitar 213 Ribu Warga Diperkirakan Bepergian
Menurut Ikhsan, lonjakan mobilitas masyarakat pada masa Lebaran tahun ini diperkirakan berada di kisaran 20 hingga 25 persen dari total pergerakan masyarakat.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 213 ribu orang yang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik.
Perjalanan tersebut meliputi berbagai jenis mobilitas, antara lain:
-
perjalanan antar kota di dalam provinsi
-
perjalanan keluar masuk pulau
-
perjalanan menuju daerah tujuan mudik di wilayah Kalimantan Tengah
“Kisarannya diproyeksikan sekitar 20 hingga 25 persen, atau sekitar 213 ribu orang yang akan melakukan perjalanan. Baik itu perjalanan intra maupun yang keluar masuk pulau, ataupun yang berada di dalam wilayah Kalimantan Tengah,” jelasnya.
Sejumlah Titik Berpotensi Terjadi Kemacetan
Selain memproyeksikan lonjakan jumlah pemudik, Dishub Kalteng juga telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas selama periode mudik dan libur Lebaran.
Menurut Ikhsan, kemacetan umumnya lebih sering terjadi akibat meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum.
Di wilayah Palangka Raya, beberapa lokasi yang sering menjadi titik kepadatan lalu lintas antara lain:
-
kawasan Bukit Tangkiling
-
kawasan Kereng Bangkirai
Kedua lokasi tersebut merupakan kawasan wisata yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran.
“Lokasi seperti di daerah Bukit Tangkiling, kemudian di daerah Kereng Bangkirai. Dua lokasi itu yang biasanya menjadi titik kepadatan,” kata Ikhsan.
Jalur Wisata Ujung Pandaran Juga Berpotensi Padat
Di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Dishub Kalteng juga memprediksi adanya peningkatan kepadatan lalu lintas di jalur menuju kawasan wisata Ujung Pandaran.
Kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat saat libur Lebaran.
Selain menuju objek wisata, jalur tersebut juga merupakan akses penting menuju daerah lain seperti Kuala Pembuang di Kabupaten Seruyan.
“Jalur ini juga menjadi lintasan menuju Kuala Pembuang dan Seruyan. Saya kira ruas jalan tersebut berpotensi terjadi kemacetan pada saat Lebaran nanti,” ujarnya.
Jalur Menuju Pelabuhan Kumai Diprediksi Ramai
Sementara itu, di wilayah Kotawaringin Barat, potensi kepadatan lalu lintas diperkirakan terjadi di jalur menuju Kumai.
Kawasan ini merupakan akses menuju Pelabuhan Kumai, salah satu pelabuhan penting yang melayani mobilitas penumpang dan barang.
Banyak pemudik yang menggunakan jalur ini untuk melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi laut.
“Kalau untuk wilayah Kotawaringin Barat, potensi kepadatan ada di jalur menuju Kumai. Di sana biasanya banyak pemudik yang akan menuju Pelabuhan Kumai,” jelasnya.
Wilayah Timur Kalteng Minim Jalur Alternatif
Potensi kepadatan juga diperkirakan terjadi di wilayah timur Kalimantan Tengah, terutama di daerah Barito Utara dan Barito Timur.
Hal ini disebabkan oleh keterbatasan jalur alternatif di wilayah tersebut.
Sebagian besar kendaraan dari arah Banjarmasin akan melewati ruas jalan nasional yang sama.
“Kalau untuk wilayah timur seperti Barito Utara dan Barito Timur juga berpotensi terjadi kepadatan karena di sana tidak ada jalur alternatif dari arah Banjarmasin,” katanya.
Kondisi ini membuat arus kendaraan berpotensi menumpuk pada satu jalur utama.
Lalu Lintas Diperkirakan Masih Lancar Awal Maret
Meski demikian, Dishub Kalteng memperkirakan kondisi lalu lintas pada awal Maret masih relatif normal.
Kepadatan biasanya mulai terlihat mendekati pertengahan bulan, terutama sekitar 14 hingga 15 Maret 2026 ketika sebagian masyarakat mulai melakukan perjalanan mudik.
Karena itu, masyarakat yang ingin menghindari kepadatan disarankan merencanakan perjalanan lebih awal.
Dishub Imbau Pemudik Cek Kendaraan Sebelum Berangkat
Dishub Kalimantan Tengah juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan mudik dengan baik.
Salah satu hal penting adalah memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Beberapa komponen kendaraan yang harus diperiksa antara lain:
-
kondisi rem
-
lampu kendaraan
-
tekanan dan kondisi ban
-
mesin serta komponen penting lainnya
“Artinya sebelum berangkat harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, seperti kondisi rem, lampu, ban, dan komponen lainnya,” ujar Ikhsan.
Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan selama perjalanan mudik.
Waspadai Tiket Palsu Transportasi Umum
Bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum, Dishub Kalteng juga mengingatkan agar membeli tiket melalui tempat resmi.
Pembelian tiket di agen resmi atau platform terpercaya dapat menghindari risiko penipuan atau tiket palsu.
“Kami mengimbau agar membeli tiket di tempat resmi atau melalui marketplace online yang terpercaya,” jelasnya.
Untuk tiket bus atau travel, masyarakat disarankan membeli langsung di pool atau agen resmi.
Selain memastikan kendaraan dalam kondisi baik, pemudik juga diimbau untuk mempelajari rute perjalanan sebelum berangkat.
Ikhsan mengingatkan bahwa kondisi jalan di Kalimantan Tengah memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Karena itu, pemudik tidak disarankan hanya mengandalkan aplikasi navigasi seperti GPS atau Google Maps.
Mereka juga disarankan memanfaatkan rest area atau tempat istirahat jika melakukan perjalanan jarak jauh.
Sumber: