Kalteng Berpotensi Hujan Lebat 1–7 Maret 2026, Waspada Petir dan Angin Kencang
Diperkiraan cuaca dengan kondisi hujan lebat terjadi-ist-
PALANGKA RAYA-- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya merilis prakiraan cuaca mingguan untuk wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) periode 1–7 Maret 2026.
Secara umum, kondisi cuaca di Kalteng diperkirakan berawan hingga hujan ringan. Namun, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Berdasarkan pembaruan per 1 Maret 2026 pukul 08.00 WIB, suhu udara di Kalteng berkisar antara 23–34 derajat Celsius dengan kelembapan 50–100 persen.
Angin umumnya bertiup dari arah Tenggara hingga Barat dengan kecepatan 5–20 km/jam.
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Untuk periode 1–3 Maret 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang meliputi:
- Katingan
- Gunung Mas
- Murung Raya
- Barito Utara
- Barito Selatan
- Barito Timur
- Kapuas
- Kota Palangka Raya
- Kotawaringin Barat
- Sukamara
- Lamandau
- Kotawaringin Timur
- Seruyan
Sementara pada periode 4–7 Maret 2026, potensi hujan lebat diprakirakan terjadi di:
- Katingan
- Gunung Mas
- Murung Raya
- Barito Utara
- Barito Selatan
- Barito Timur
- Kapuas
- Pulang Pisau
- Kota Palangka Raya
Faktor Atmosfer Mendukung Pembentukan Awan Hujan
BMKG mencatat sejumlah dinamika atmosfer yang memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah.
Nilai Southern Oscillation Index (SOI) tercatat +11,6 yang tergolong signifikan dan berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Sementara itu, Madden-Julian Oscillation (MJO) berada pada fase 4 (Indian Ocean) yang turut berkontribusi dalam proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Selain itu, terdapat belokan angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalteng. Anomali suhu muka laut (SST) yang berkisar antara -0,5 hingga +3,9°C juga meningkatkan potensi penguapan dan suplai uap air di beberapa perairan Indonesia.
Tinggi Gelombang 0,5–2 Meter
Untuk wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah, tinggi gelombang diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 2,0 meter dengan kategori rendah hingga sedang.
Sumber: