UMPR Buka Program D1 Pertanian, Targetkan Cetak 2.000 Ahli Pratama untuk Perkuat Food Estate Kalteng
Petani Milenial-ilustrasi-
DISWAYKALTENG.ID - Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) mengambil langkah strategis dalam mendukung penguatan sektor pangan daerah dengan membuka Program Diploma 1 (D1) Pertanian.
Program vokasional ini menargetkan mencetak 2.000 pemuda dari seluruh Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai ahli pratama pertanian yang siap terjun langsung ke lapangan.
Inisiatif tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengembangan kawasan lumbung pangan (food estate) yang tengah digencarkan di wilayah tersebut.
Rektor UMPR Tegaskan Kesiapan Cetak Tenaga Terampil
Rektor UMPR, Assoc Prof Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., MAP, menegaskan bahwa kampusnya siap menjadi garda depan dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten dan aplikatif.
Menurutnya, program ini dirancang khusus sebagai pendidikan vokasional singkat namun padat keterampilan.
Program ini secara khusus disiapkan untuk mendukung sektor pertanian dan program food estate di Kalimantan Tengah.
Dengan durasi pendidikan yang relatif singkat, lulusan diharapkan bisa langsung bekerja dan menjawab kebutuhan tenaga terampil di sektor pertanian modern.
Tindak Lanjut Arahan Gubernur Kalteng
Pembukaan Program D1 Pertanian UMPR juga merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Kalimantan Tengah terkait pentingnya menyiapkan SDM unggul di sektor pangan.
Kebutuhan tenaga terampil dinilai semakin mendesak seiring:
-
Ekspansi kawasan food estate
-
Modernisasi alat dan mesin pertanian
-
Peningkatan produksi pangan
-
Penguatan rantai pasok hasil tani
Karena itu, pendidikan vokasi menjadi solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Program Vokasi Singkat, Fokus Praktik Lapangan
Program D1 Pertanian UMPR dirancang sebagai pendidikan vokasional selama dua semester atau satu tahun.
Berbeda dengan pendidikan akademik murni, pendekatan pembelajaran di program ini menitikberatkan pada:
-
Praktik langsung di lapangan
-
Simulasi penggunaan alsintan
-
Penyuluhan pertanian
-
Manajemen produksi pangan
Pendekatan ini memastikan lulusan tidak hanya paham teori, tetapi juga siap kerja sejak hari pertama.
Kuota 2.000 Peserta dari Seluruh Kalteng
UMPR akan menerima 2.000 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Distribusi kuota dilakukan secara merata agar:
-
Setiap daerah memiliki tenaga ahli pertanian
-
Transfer teknologi pertanian lebih cepat
-
Modernisasi sektor tani menjangkau desa
Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan pertanian berbasis wilayah.
BACA JUGA:Resep Bubur Mutiara untuk Buka Puasa: Manis, Gurih, Kenyal, dan Mudah Dibuat di Rumah
Libatkan Praktisi dan Asosiasi Pertanian
Agar kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan industri, UMPR menggandeng berbagai pihak dalam pelaksanaan program, antara lain:
-
Asosiasi pertanian
-
Praktisi lapangan
-
Penyuluh profesional
-
Dosen berpengalaman
Kolaborasi ini penting supaya lulusan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja (DUDI) sektor pertanian.
Kurikulum Dirancang Khusus untuk Food Estate
Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) UMPR, Nanang Hanafi, S.Hut., M.P, menjelaskan bahwa kurikulum sedang difinalisasi dengan fokus utama mendukung program food estate.
Penyusunannya meliputi:
-
Pemetaan kompetensi lapangan
-
Kebutuhan teknologi pertanian modern
-
Keterlibatan praktisi industri
-
Modul praktik aplikatif
Kurikulum ini dirancang adaptif terhadap dinamika pertanian masa kini, termasuk mekanisasi dan digitalisasi sektor tani.
Tiga Kualifikasi Utama Lulusan
Program D1 Pertanian UMPR akan memfokuskan lulusan pada tiga kualifikasi inti yang paling dibutuhkan di lapangan, yaitu:
1. Penyuluh Pertanian
Lulusan dibekali kemampuan edukasi petani, transfer teknologi, hingga pendampingan produksi.
2. Operator Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan)
Fokus pada pengoperasian, perawatan, dan optimalisasi mesin pertanian modern.
3. SDM Pasar dan Tata Niaga Pertanian
Menyiapkan tenaga yang memahami distribusi, pemasaran, dan rantai pasok hasil tani.
Ketiga kompetensi ini dinilai krusial untuk meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing pertanian Kalteng.
Dorong Modernisasi dan Efisiensi Pertanian
Dengan hadirnya tenaga ahli pratama, sektor pertanian diharapkan mengalami percepatan modernisasi, antara lain:
-
Penggunaan alsintan lebih optimal
-
Efisiensi biaya produksi
-
Peningkatan hasil panen
-
Penguatan akses pasar
Tak hanya produksi, aspek hilirisasi dan pemasaran juga menjadi perhatian utama.
UMPR Siapkan Ekspansi ke Sektor Pangan Lain
Komitmen UMPR dalam pengembangan SDM pangan tidak berhenti di sektor tanaman.
Ke depan, kampus ini juga menyiapkan pembukaan:
-
Program Diploma Peternakan
-
Program Diploma Perikanan
Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan sektor pangan secara terintegrasi dari hulu ke hilir.
Jadi Katalisator Ketahanan Pangan Daerah
Program D1 Pertanian UMPR diharapkan menjadi katalisator percepatan penyediaan tenaga terampil di Kalimantan Tengah.
Manfaat strategis yang ditargetkan antara lain:
-
Mendukung keberlanjutan food estate
-
Memperkuat ketahanan pangan daerah
-
Membuka lapangan kerja baru
-
Meningkatkan kesejahteraan petani
Dengan sinergi antara kampus, pemerintah, dan industri, program ini diyakini mampu menjadi fondasi penting bagi masa depan pertanian Kalteng.
Sumber: