Kebanyakan Tidur Bisa Berbahaya? Ini 6 Masalah Kesehatan yang Mengintai Kaum Mager
Tertidur/ilustrasi-ilustrasi-
DISWAYKALTENG.ID - Tidur memang menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia. Tanpa istirahat yang cukup, tubuh akan mudah lelah, konsentrasi menurun, hingga rentan terkena penyakit. Namun, siapa sangka jika tidur terlalu lama juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Secara umum, kebutuhan tidur ideal bagi orang dewasa berkisar antara 7–8 jam per hari. Durasi ini dianggap cukup untuk memulihkan energi tubuh dan menjaga fungsi organ tetap optimal.
Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, kebiasaan mager alias malas gerak semakin sering ditemui. Banyak orang memilih menghabiskan waktu dengan tidur lebih lama, rebahan, dan minim aktivitas fisik.
Padahal, tidur berlebihan bukan hanya membuang waktu produktif, tetapi juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
Berdasarkan alasan ilmiah yang dilansir dari Dprotexers, berikut 6 dampak negatif kebanyakan tidur yang perlu diwaspadai.
BACA JUGA:Panduan Lengkap Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Tata Cara, Dalil, dan Batas Waktu Penggantiannya
1. Berat Badan Mudah Naik
Tidur terlalu lama ternyata berhubungan erat dengan kenaikan berat badan. Sejumlah studi menunjukkan bahwa durasi tidur yang terlalu pendek maupun terlalu panjang sama-sama berisiko memicu obesitas dan diabetes.
Dokter menjelaskan bahwa orang yang tidur terlalu lama cenderung lebih jarang bergerak, sehingga pembakaran kalori menjadi minim. Selain itu, bangun kesiangan sering membuat seseorang kehilangan waktu untuk berolahraga atau sekadar melakukan aktivitas fisik ringan.
Akibatnya, energi yang masuk tidak seimbang dengan energi yang dikeluarkan, sehingga berat badan pun perlahan meningkat.
2. Meningkatkan Risiko Depresi
Tidur panjang tidak selalu membuat tubuh lebih segar. Justru dalam banyak kasus, kebiasaan tidur berlebihan dapat menimbulkan rasa lelah berkepanjangan, putus asa, dan kehilangan semangat.
Semakin sering seseorang enggan bangun pagi dan lebih memilih berlama-lama di tempat tidur, maka semakin besar risiko munculnya gangguan suasana hati. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa berkembang menjadi depresi.
Tidur seharusnya membuat tubuh dan pikiran pulih, bukan malah menjadi pelarian dari rutinitas dan tanggung jawab sehari-hari.
3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Tidur terlalu lama bukan hanya mengurangi waktu produktif, tetapi juga berpotensi membahayakan jantung. Penyakit jantung hingga kini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur lebih dari 8 jam per hari memiliki risiko kematian akibat serangan jantung yang lebih tinggi. Bahkan, disebutkan bahwa peluang meninggal akibat penyakit jantung bisa meningkat hingga 34 persen pada mereka yang terbiasa tidur terlalu lama.
Hal ini diduga berkaitan dengan rendahnya aktivitas fisik dan gangguan metabolisme tubuh.
4. Sering Mengalami Sakit Kepala
Banyak orang mengira sakit kepala hanya muncul akibat kurang tidur. Faktanya, tidur terlalu lama juga bisa memicu sakit kepala.
Kondisi ini terjadi karena tidur berlebihan dapat memengaruhi kerja neurotransmitter di otak, termasuk kadar serotonin. Ketidakseimbangan zat kimia tersebut dapat menyebabkan kepala terasa berat, pusing, hingga nyeri berkepanjangan.
Tak heran jika sebagian orang justru bangun tidur dengan kondisi kepala tidak nyaman meski tidur cukup lama.
5. Gangguan Memori dan Konsentrasi
BACA JUGA:Manfaat Air Mawar untuk Wajah: Rahasia Kecantikan Alami yang Kembali Populer di Era Clean Beauty
Tidur berlebihan juga berdampak pada fungsi otak. Menurut sejumlah penelitian, durasi tidur yang terlalu panjang dapat menurunkan kinerja kognitif.
Terlebih jika tidur panjang disertai dengan sering terbangun di malam hari, kualitas tidur menjadi tidak optimal. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, dan menurunnya daya ingat.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa memengaruhi produktivitas kerja dan kemampuan berpikir secara detail.
6. Memicu Insomnia
Meski terdengar ironis, kebanyakan tidur justru bisa memicu insomnia. Pola tidur yang tidak teratur membuat jam biologis tubuh menjadi kacau.
Misalnya, seseorang begadang hingga larut malam di depan komputer atau ponsel, lalu membalasnya dengan tidur terlalu lama keesokan harinya. Akibatnya, tubuh tidak merasa mengantuk di malam hari dan sulit untuk tidur.
Siklus ini dapat berulang dan menyebabkan gangguan tidur kronis yang sulit diatasi.
Sumber: