BMKG Peringatkan Hujan Berlanjut, Banjir di Kalimantan Tengah Masih Mengintai

BMKG Peringatkan Hujan Berlanjut, Banjir di Kalimantan Tengah Masih Mengintai

Banjir Kalteng-Istimewa-

DISWAYKALTENG.ID - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga awal Januari 2026.

Meski telah berlangsung lebih dari dua pekan, genangan air di beberapa daerah belum sepenuhnya surut dan masih berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat.

Berdasarkan data terbaru Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PusdalopsPB) Provinsi Kalimantan Tengah per 8 Januari 2026, Kabupaten Barito Selatan tercatat sebagai wilayah dengan dampak banjir paling parah.

Banjir yang terjadi sejak 27 Desember 2025 itu menggenangi permukiman warga, fasilitas umum, hingga lahan pertanian, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 102 sentimeter di sejumlah titik.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPB-PK Provinsi Kalteng, Alpius Patanan, mengatakan jumlah warga terdampak banjir di Barito Selatan mencapai 18.714 kepala keluarga (KK) atau sekitar 57.287 jiwa.

“Sebaran banjir mencakup enam kecamatan dan 60 desa atau kelurahan. Kondisi di lapangan masih dinamis karena banjir belum sepenuhnya surut,” ujar Alpius

Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah di antaranya Desa Majundre di Kecamatan Dusun Utara, serta Desa Mahajandau dan Desa Mangkatir di Kecamatan Dusun Hilir.

Di kawasan tersebut, aktivitas warga terganggu, akses transportasi terputus, dan sebagian masyarakat terpaksa membatasi aktivitas harian mereka.

BACA JUGA:Kejati Kalteng Geledah KPU dan Kesbangpol Kotim, Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp40 Miliar Kian Menguat

Ribuan Bangunan dan Fasilitas Umum Terendam

Selain permukiman warga, banjir juga merendam 5.478 unit bangunan serta 4.624 fasilitas umum. Fasilitas yang terdampak meliputi gedung perkantoran, sarana kesehatan, lahan pertanian, hingga akses jembatan penghubung antarwilayah.

Kondisi ini membuat aktivitas pelayanan publik dan perekonomian masyarakat berjalan tidak optimal. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan pendataan serta penanganan darurat di wilayah terdampak.

“Data rekapitulasi dampak banjir terus kami perbarui sesuai perkembangan di lapangan,” tegas Alpius.

Selain Barito Selatan, beberapa wilayah lain di Kalimantan Tengah seperti Murung Raya, Barito Utara, dan Kota Palangka Raya masih berada dalam status pemantauan.

Hingga laporan terakhir, dampak banjir di wilayah tersebut belum tergolong signifikan, namun tetap diwaspadai mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB-PK Provinsi Kalteng, Indra Wiratama, menjelaskan bahwa kondisi geografis Barito Selatan turut memperparah situasi banjir.

“Curah hujan yang masih relatif tinggi di Kalimantan Tengah menjadi penyebab utama banjir belum surut. Selain itu, Kabupaten Barito Selatan merupakan wilayah dataran rendah dan menjadi area akhir aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito sebelum mengarah ke Provinsi Kalimantan Selatan, serta sebagian kecil ke Kabupaten Kapuas,” jelas Indra.

Kondisi tersebut menyebabkan air kiriman dari wilayah hulu sulit mengalir cepat ke hilir, sehingga genangan bertahan lebih lama.

BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Banjir Lokal

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG, potensi banjir di Kalteng pada Dasarian II Januari 2026 berada pada kategori rendah.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menutup kemungkinan terjadinya banjir lokal, terutama di wilayah yang saat ini masih tergenang atau memiliki sistem drainase terbatas.

“Meski secara klimatologis masuk kategori rendah, hujan yang terjadi secara terus-menerus dengan durasi cukup lama tetap berpotensi memicu genangan dan banjir di wilayah rawan,” jelas Ika.

Wilayah dengan Potensi Banjir Kategori Rendah

BACA JUGA:Prabowo Bakal Resmikan Ratusan Sekolah Rakyat di Kalimantan Besok

BMKG mencatat sejumlah kecamatan di Kalimantan Tengah masih masuk dalam peta potensi banjir kategori rendah, di antaranya:

  • Kabupaten Barito Selatan: Kecamatan Dusun Hilir, Dusun Selatan, Dusun Utara, Gunung Bintang Awai, Karau Kuala

  • Kabupaten Barito Timur: Kecamatan Pematang Karau

  • Kabupaten Barito Utara: Kecamatan Gunung Timang, Lahei, Lahei Barat, Montallat, Teweh Baru, Teweh Selatan, Teweh Tengah

  • Wilayah lain: Kabupaten Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Murung Raya, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya, khususnya Kecamatan Rakumpit

 

Untuk kategori potensi menengah dan tinggi, BMKG menyatakan tidak ada wilayah di Kalimantan Tengah yang teridentifikasi. Namun, peringatan dini cuaca level Waspada tetap diberlakukan. (*)

Sumber: