Benarkah Rambut Putih Tidak Boleh Dicabut? Ini Penjelasan Medis soal Uban yang Perlu Kamu Tahu

Benarkah Rambut Putih Tidak Boleh Dicabut? Ini Penjelasan Medis soal Uban yang Perlu Kamu Tahu

Uban-ilustrasi-

DISWAYKALTENG.ID - Pernahkah kamu mendengar larangan mencabut rambut putih atau uban? Mitos ini cukup populer di masyarakat dan sering diwariskan secara turun-temurun.

Biasanya, alasan yang paling sering terdengar adalah kalau satu uban dicabut, maka uban lainnya akan tumbuh lebih banyak.

Cerita tersebut membuat banyak orang—terutama yang mulai menemukan uban di usia muda menjadi ragu untuk menghilangkannya.

Namun, apakah benar mencabut rambut putih bisa membuat uban semakin banyak? Atau justru ada alasan medis lain di balik larangan tersebut?

Untuk menjawab rasa penasaranmu, yuk simak penjelasan ilmiah seputar rambut putih, mitos yang beredar, serta risiko kesehatan jika mencabut uban sembarangan.

Asal-usul Rambut Putih

BACA JUGA:5 Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan, Dari Kontrol Gula Darah hingga Cegah Penyakit Jantung

Rambut putih atau uban sebenarnya bukanlah rambut “baru” yang berbeda jenis. Rambut putih adalah rambut yang kehilangan pigmen warna alami, yaitu melanin.

Dalam kondisi normal, melanin berfungsi memberikan warna hitam, cokelat, atau pirang pada rambut, sekaligus menentukan warna kulit dan mata.

Mengutip dari Cleveland Clinic, melanin diproduksi oleh sel khusus bernama melanosit yang berada di folikel rambut. Ketika produksi melanin menurun atau sistem pendukungnya rusak, warna rambut akan berubah menjadi abu-abu hingga putih sepenuhnya.

Penurunan melanin ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Penuaan alami, yang membuat aktivitas melanosit melemah

  • Faktor genetik, yang menentukan kapan uban mulai muncul

  • Stres oksidatif, akibat paparan radikal bebas

  • Kondisi medis tertentu, seperti gangguan autoimun atau defisiensi nutrisi

Menariknya, uban tidak hanya muncul pada usia lanjut. Banyak kasus rambut putih tumbuh sejak usia remaja atau bahkan anak-anak, terutama jika ada faktor keturunan yang kuat.

Benarkah Mencabut Uban Jadi Semakin Banyak?

Salah satu mitos paling populer menyebutkan bahwa mencabut satu uban bisa memicu tumbuhnya banyak uban lain. Faktanya, anggapan ini tidak benar secara medis.

Setiap folikel rambut hanya mampu menumbuhkan satu helai rambut. Jadi, jika kamu mencabut satu uban, maka rambut yang tumbuh kembali dari folikel tersebut hanyalah satu helai juga bukan berlipat ganda.

Uban bisa terlihat semakin banyak bukan karena dicabut, melainkan karena:

  • Semakin banyak folikel yang kehilangan kemampuan memproduksi melanin

  • Proses penuaan yang terus berjalan

  • Faktor genetik yang membuat uban muncul bertahap

Dengan kata lain, mencabut uban bukan penyebab langsung bertambahnya rambut putih di area lain. Namun, bukan berarti kebiasaan ini aman untuk dilakukan.

BACA JUGA:7 Bahan Alami untuk Membantu Mengatasi Diabetes, Bisa Redakan Gejala dan Cegah Komplikasi

Bahaya Mencabut Rambut Putih

Meski mitos soal uban terbantahkan, para ahli medis tetap tidak menyarankan mencabut rambut putih, terutama jika dilakukan berulang dan sampai ke akarnya.

Dilansir dari University of Arkansas for Medical Sciences (UAMS) Health, mencabut rambut—baik putih maupun hitam—dapat menimbulkan trauma pada folikel rambut.

Menurut dokter spesialis kedokteran keluarga dari UAMS Medical Center, Dr. Shashank Kraleti, trauma yang terjadi secara berulang bisa menyebabkan berbagai masalah, seperti:

  • Infeksi folikel rambut, akibat luka kecil pada kulit kepala

  • Peradangan dan jaringan parut, yang menghambat pertumbuhan rambut baru

  • Kebotakan permanen, jika folikel rusak secara terus-menerus

Folikel rambut yang sudah rusak parah bahkan bisa kehilangan kemampuan untuk menumbuhkan rambut sama sekali. Inilah alasan utama mengapa mencabut uban dianggap lebih berbahaya dibanding sekadar memotongnya.

Cara Aman Menghilangkan Rambut Putih Tanpa Merusak Kulit Kepala

Jika uban mulai mengganggu penampilan atau rasa percaya diri, ada beberapa cara yang jauh lebih aman dibanding mencabutnya, antara lain:

  1. Memotong uban dengan gunting kecil
    Cara ini paling sederhana dan minim risiko. Pastikan gunting bersih dan potong rambut sedekat mungkin dengan kulit kepala tanpa melukai kulit.

  2. Mewarnai rambut dengan produk yang aman
    Pewarna rambut bisa menjadi solusi praktis, asalkan digunakan sesuai petunjuk dan tidak terlalu sering. Pilih produk yang minim bahan kimia keras.

  3. Merawat kesehatan rambut dan kulit kepala
    Konsumsi makanan bergizi, cukup tidur, dan kelola stres dapat membantu memperlambat munculnya uban baru.

  4. Konsultasi dengan dokter atau dermatolog
    Jika uban muncul terlalu dini atau disertai kerontokan parah, sebaiknya periksakan diri untuk mengetahui penyebab medisnya.

Sumber: