Mahasiswa Farmasi UMPR Belajar Langsung Filantropi Digital di LAZISMU Kalteng

Mahasiswa Farmasi UMPR Belajar Langsung Filantropi Digital di LAZISMU Kalteng

LAZISMU Kalteng menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) dalam rangka kuliah lapangan, Kamis (24/12).-ist-

PALANGKA RAYA — Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah Kalimantan Tengah (LAZISMU Kalteng) menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) dalam rangka kuliah lapangan, Kamis (24/12).

Kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai peran LAZISMU sebagai gerakan filantropi Muhammadiyah dalam mengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara profesional, akuntabel, dan transparan.

Bertempat di Kantor LAZISMU Kalteng, Jalan RTA Milono Km 1,5 Palangka Raya, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya LAZISMU memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui tema besar “Wujudkan Mimpi, Membangun untuk Negeri.”

BACA JUGA:Gubernur Tinjau Bandara Tjilik Riwut, Pastikan Kelancaran Mudik Nataru 2025/2026

Koordinator Mahasiswa Farmasi UMPR, Alkatania Putri, menyebut kegiatan ini memberi perspektif baru bagi mahasiswa tentang pentingnya filantropi Islam dalam menjawab persoalan sosial.

“Kami jadi memahami bahwa zakat, infak, sedekah, dan wakaf bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen nyata untuk mengurangi kesenjangan sosial,” ujarnya.

Ia menilai tata kelola LAZISMU Kalteng yang berbasis transparansi dan semangat berbagi menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa yang tertarik pada dunia sosial dan kerelawanan.

Sementara itu, Ketua LAZISMU Kalteng, Muhammad Fitriani, mengapresiasi kerja sama dengan Fakultas Farmasi UMPR. Menurutnya, kolaborasi ini membuka ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa sekaligus menghadirkan gagasan segar dari generasi muda.

BACA JUGA:Gubernur Ajak Umat Kristiani Terapkan Falsafah Huma Betang dalam Kehidupan Sehari-hari

“LAZISMU Kalteng kini berbasis digitalisasi. Kami terbuka bagi mahasiswa yang ingin belajar langsung tentang pengelolaan lembaga filantropi dan dunia keamilan,” kata Fitriani.

Ia menegaskan, keterlibatan mahasiswa tidak hanya terbatas pada kontribusi dana, tetapi juga partisipasi aktif melalui relawan, magang, riset, hingga kerja sama kemanusiaan.

“Generasi muda adalah agen perubahan. Kehadiran mereka menjadi energi baru dalam mewujudkan mimpi bersama untuk membangun negeri,” pungkasnya.

Sumber: