Keluarga Pemain Naturalisasi Malaysia Buka Suara: Kami Bukan Keturunan Malaysia!

Keluarga Pemain Naturalisasi Malaysia Buka Suara: Kami Bukan Keturunan Malaysia!

Timnas Malaysia saat kemenangan tipis 1-0 atas Timnas Palestina--

DISWAYKALTENG.ID - Kisruh soal kasus naturalisasi palsu pemain Timnas Malaysia makin memanas. Terbaru, keluarga dari sejumlah pemain yang disanksi FIFA dikabarkan buka suara dan membantah memiliki keturunan Malaysia.

Pernyataan ini sontak membuat publik Negeri Jiran geger dan menimbulkan tanda tanya besar soal keabsahan status tujuh pemain naturalisasi yang kini tengah jadi sorotan dunia sepak bola Asia.

Isu ini diangkat langsung oleh Exco Pemuda Partai Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU), Muhammad Khairi Zainol Abidin, pada Senin (13/10/2025).

Menurutnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia (KBS) tidak bisa hanya diam dan harus bertanggung jawab untuk menjelaskan kepada publik dan FIFA soal status tujuh pemain yang dinilai melanggar aturan naturalisasi.

BACA JUGA:PSSI Siapkan Liga Putri 2027, Hydroplus Soccer League Jadi Fondasi Emas

Tujuh Pemain Disanksi FIFA, Malaysia Kena Sorot Dunia

Khairi menegaskan bahwa FIFA menjatuhkan sanksi kepada tujuh pemain Malaysia karena dugaan pemalsuan dokumen asal-usul keturunan.

Masalah utama yang dipersoalkan adalah apakah para pemain tersebut benar-benar memiliki darah Malaysia seperti yang tercantum dalam dokumen naturalisasi mereka.

“Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak bisa tinggal diam. Menteri harus menjawab apakah ketujuh pemain ini benar-benar memenuhi persyaratan FIFA,” ujar Khairi, dikutip dari Majority.com.my.

Menurutnya, FIFA mempertanyakan kelayakan tujuh pemain itu untuk mewakili Malaysia di ajang internasional, karena peraturan FIFA mewajibkan adanya hubungan darah langsung atau garis keturunan jelas dengan negara yang diwakili.

“Yang dipertanyakan badan dunia itu adalah kelayakan para pemain tersebut untuk bermain sebagai pemain keturunan Harimau Malaya,” tambahnya.

Keluarga Pemain Bantah Punya Hubungan Darah dengan Malaysia

Pernyataan Khairi semakin mengejutkan publik setelah ia mengungkap bahwa beberapa keluarga pemain yang disanksi telah mengaku tidak memiliki hubungan darah sama sekali dengan Malaysia.

BACA JUGA:Patrick Kluivert Langsung Pulang ke Belanda Usai Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026

Meski begitu, Khairi tidak merinci keluarga siapa saja yang mengeluarkan pernyataan tersebut, maupun kapan bantahan itu disampaikan.

“Polemik ini makin mencuat karena diduga ada bantahan dari sejumlah keluarga pemain yang menyatakan pemain tersebut tidak punya hubungan darah dengan Malaysia,” ungkap Khairi lagi.

Jika benar demikian, maka skandal ini bisa menjadi salah satu kasus naturalisasi terbesar dalam sejarah sepak bola Asia Tenggara, dan berpotensi membawa sanksi lanjutan dari FIFA maupun AFC terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Dugaan Pemalsuan Dokumen & Sorotan ke Pemerintah Malaysia

FIFA sebelumnya menemukan indikasi bahwa dokumen naturalisasi tujuh pemain Malaysia berisi data palsu soal hubungan darah dengan warga Malaysia.

Padahal, syarat utama pemain keturunan untuk membela sebuah negara adalah memiliki orang tua atau kakek-nenek yang lahir di negara tersebut.

“Masalah yang dipersengketakan adalah soal pemalsuan dokumen yang menyebutkan ketujuh pemain tersebut memiliki hubungan darah Malaysia,” jelas Khairi.

Ia menilai, hal ini tidak hanya mencoreng nama baik sepak bola nasional, tapi juga merusak kedaulatan negara karena ada dugaan bahwa kewarganegaraan diberikan dengan proses yang tidak transparan.

“Apakah semudah itu bagi Menteri Dalam Negeri untuk memberikan kewarganegaraan kepada orang-orang tertentu, sementara banyak kelompok lain yang lebih layak tapi justru dikecualikan?” tegas Khairi.

Martabat Negara Dipertaruhkan, Publik Minta Transparansi

Kasus ini kini menyeret berbagai pihak, mulai dari Kementerian Dalam Negeri Malaysia, Kementerian Pemuda dan Olahraga, hingga Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Khairi menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini harus dilakukan dengan integritas dan transparansi, karena menyangkut martabat dan kredibilitas negara di mata dunia.

“Perselisihan ini perlu segera diselesaikan dengan penuh integritas dan transparansi, karena menyangkut martabat dan kedaulatan negara,” ujarnya.

Kasus Masih Bergulir, Malaysia Terancam Sanksi Tambahan

Dengan bukti-bukti yang semakin mencuat dan pernyataan keluarga yang menimbulkan keraguan, kasus naturalisasi palsu Malaysia tampaknya masih akan terus berlanjut.

FIFA dikabarkan sedang melakukan penyelidikan lanjutan, sementara publik Malaysia kini menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak berwenang.

 

Banyak yang menilai bahwa skandal ini bisa menjadi “bom waktu” bagi masa depan sepak bola Malaysia, terutama jika terbukti ada campur tangan politik atau pelanggaran administratif serius dalam proses naturalisasi.

Sumber: